Sumber: Travel Scams

Berlibur ke negara-negara di Eropa berarti membutuhkan banyak waktu luang dan uang untuk menikmatinya. Ya, kamu tidak akan puas jika berkeliling di negara-negara Eropa hanya dalam hitungan hari. Ada beberapa wisatawan yang bahkan berkeliling Eropa selama satu bulan atau lebih.

Pergi dalam waktu lama berarti para wisatawan akan membawa banyak uang. Pemikiran inilah yang membuat banyak penjahat berkeliaran di Eropa dan menjadikan wisatawan sebagai sasaran empuk mereka. Terlebih lagi para wisatawan asal Asia karena wajahnya mudah dikenali dan terkenal suka membawa uang banyak untuk berbelanja.

Jika kamu berencana untuk mengunjungi negara-negara di Eropa dalam waktu dekat, tidak ada salahnya membekali diri dengan cerita pengalaman orang yang pernah berkunjung ke sana dan mengetahui beberapa penipuan yang sering terjadi di Eropa berikut ini.

Perompak jalan raya di Italia

Tindak kejahatan yang satu ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Indonesia. Para pelaku tindak kejahatan ini beraksi dengan cara menusuk ban mobil yang sedang parkir kemudian mengikuti mobil tersebut hingga pengemudinya terpaksa berhenti di pinggir jalan. Lalu mereka akan pura-pura membantu sambil mengambil barang-barang yang ada di mobil. Agar terhindar dari tindak kejahatan ini, sebaiknya gunakan saja kendaraan umum. Tapi jika terpaksa menyewa mobil di sana, hindari meletakkan barang berharga di dalam mobil.

Pengemis palsu di Perancis

Sumber: Revue

Di Perancis ada banyak anak-anak yang pura-pura memiliki cacat tubuh. Mereka mengaku sebagai perwakilan dari suatu yayasan amal. Pada awalnya mereka hanya meminta tanda tangan korban di atas kertas sebagai bentuk dukungan, tapi setelah korban selesai tanda tangan mereka akan meminta paksa sejumlah uang untuk sumbangan. Biasanya uang yang diminta ini berjumlah 20 Euro.

Uang masuk di perbatasan Spanyol

Saat berada di perbatasan Spanyol untuk masuk ke Gibraltar, ada sejumlah penipu dengan kartu identitas palsu yang menyamar sebagai petugas. Mereka akan meminta uang untuk syarat masuk ke daerah tersebut. Perlu kamu ketahui, untuk lewat perbatasan tersebut semua orang tidak dikenai biaya apa pun. Jadi jika kamu menemui orang seperti ini, jangan berikan uang yang diminta serta jangan pamerkan barang berhargamu.

Uang palsu di Hongaria

Saat berada di luar negeri, kamu pasti belum terbiasa dengan uang lokal sehingga tidak bisa membedakan mana uang asli dan palsu. Pelaku tindak kejahatan ini biasanya adalah para pengemudi taksi. Mereka akan memberikan uang kembalian menggunakan uang palsu.

Untuk menghindari penipuan seperti ini, biasanya untuk memberikan uang pas kepada pengemudi taksi. Selain itu, kamu bisa cari tahu ciri utama dari uang asli sehingga bisa protes saat menerima uang palsu. Jangan lupa untuk selalu menukarkan mata uang di kounter terpercaya, misalnya kounter penukaran uang yang ada di bandara.

Polisi gadungan di Republik Ceko

Bagi yang belum tahu tentang penipuan jenis ini pasti akan panik ketika dihampiri segerombolan polisi. Polisi-polisi gadungan ini akan menuduh korbannya telah melakukan tindak kejahatan. Mereka akan meminta korbannya untuk menunjukkan paspor atau meminta sejumlah uang untuk berdamai. Ingat, jangan memberikan paspor ke sembarang orang. Jika kamu ragu apakah mereka polisi gadungan atau bukan, mintalah untuk menyelesaikan masalah ini di kantor polisi terdekat.

Taksi tanpa mesin argo

Di sejumlah tempat wisata di Polandia, para supir taksi nakal sering menjebak para wisatawan. Mereka akan mengatakan mesin argo rusak sehingga mereka akan mematok tarif pada harga yang tidak masuk akal. Agar terhindar dari penipuan seperti ini, gunakanlah taksi resmi. Cari tahulah armada taksi resmi apa saja yang ada di Polandia menggunakan internet terlebih dahulu sebelum berkunjung ke sana.

Pemberi makanan burung di Italia

Sumber: Shutterstock

Di Milan ada sebuah alun-alun besar tempat para wisatawan bersantai dan menikmati pemandangan setempat. Di alun-alun ini juga ada banyak burung yang mencari makan. Waspadalah dengan orang di sekitarmu, karena mereka tiba-tiba akan menggenggam tanganmu lalu memberikan makanan burung kepadamu secara paksa. Ingat, makanan burung tersebut tidak diberikan dengan gratis. Setelah burung-burung memakan makanan tersebut, kamu akan dimintai uang dalam jumlah besar karena telah menggunakan makanan pemberian mereka. Jika kamu menemui orang seperti ini, langsung kembalikan saja meski ia berkata gratis.

Itulah beberapa penipuan yang sering terjadi pada wisatawan di negara-negara Eropa. Secara garis besar, kamu bisa melakukan upaya pencegahan dengan menolak semua pemberian orang yang tidak dikenal meski mereka mengatakan benda tersebut gratis. Sembunyikan tanganmu di dalam kantong baju agar mereka tidak bisa memaksamu untuk memegangnya. Kamu juga bisa berpura-pura tidak bisa berbahasa Inggris. Tunjukkan ekspresi wajah dan gerakan tangan untuk menolak dengan tegas.


Ada baiknya juga jika kamu memisahkan uang sebagian di tempat yang berbeda, sehingga jika kecopetan masih ada uang cadangan

Selain itu, jangan pernah menunjukkan paspor di tempat umum kepada orang asing. Kemudian simpanlah uang di tempat yang aman agar tidak mudah dicuri. Ada baiknya juga jika kamu memisahkan uang sebagian di tempat yang berbeda, sehingga jika kecopetan masih ada uang cadangan. Selamat berlibur dengan aman!

866

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here