Sumber: wikipedia.com

Jepang selalu menjadi salah satu destinasi favorit orang Indonesia untuk menghabiskan waktu berlibur terutama saat datangnya musim semi. Bunga sakura yang menjadi ciri khas Jepang ini bermekaran cantik di saat musim semi. Cuaca di saat musim semi juga terbilang bersahabat bagi penduduk negara beriklim tropis. Tidak panas, tapi juga tidak terlalu dingin seperti saat musim salju tiba.

Lain ladang lain belalang. Meski sudah menjadi negara modern yang sangat maju, Jepang tetap memegang nilai-nilai tradisional, adat istiadat dan kebiasaan yang sudah ada dari jaman dulu. Berbeda dengan nilai-nilai tradisional di Indonesia yang sudah mulai menghilang.

Di Jepang kamu akan menemukan nilai-nilai kebudayaan yang tidak bisa ditemui di negara lain. Kebiasaan yang mungkin sering kamu lakukan dan dinilai biasa saja oleh masyarakat Indonesia, bisa jadi dianggap tidak sopan oleh masyarakat Jepang. Jika kamu berniat untuk mengunjungi Jepang dalam waktu dekat, sebaiknya ketahui terlebih dahulu apa yang tidak boleh dilakukan selama berada di sana.

Inilah 6 hal yang tidak boleh kamu lakukan selama berlibur di Jepang:

Memakai alas kaki di dalam rumah

Sebenarnya untuk peraturan ini, kamu juga bisa menemukannya di Indonesia. Perbedaannya adalah saat masuk ke dalam rumah di Jepang, kamu harus meletakkan sepatu dengan rapi di tempat yang sudah disediakan lalu berganti menggunakan sandal rumah yang terbuat dari kain. Sehingga bagian dalam rumah tetap bersih dan bebas dari kuman yang menempel di sepatu. Tidak hanya di rumah, beberapa sekolah di Jepang juga mengharuskan para muridnya melepas sepatu dan menggantinya dengan sepatu khusus selama berada di area sekolah.

Makan sambil berjalan

Saat berlibur akan menyenangkan jika bisa berjalan keliling terus menerus, tidak sedikit dari kita yang makan sambil berjalan untuk menghemat waktu. Tapi tidak demikian di Jepang. Makan dan minum sambil berjalan adalah perilaku yang tidak sopan. Tidak heran di Jepang mudah ditemui berbagai gerai penjual makan yang menyediakan makan cepat saji. Dengan demikian, para pembeli yang ingin menghemat waktu tidak perlu menunggu lama untuk mendapatkan makananan dan bisa menghabiskan makanan tersebut dengan cepat. Beberapa kedai makan bahkan hanya menyediakan meja makan tanpa kursi.

Memberi tip

Sumber: huffpost.com

Meninggalkan sejumlah uang tip setelah selesai makan tidak dianjurkan saat kamu berada di Jepang. Kebiasaan ini bisa membuat mereka tersinggung. Begitu juga saat hendak membayar ongkos taksi. Biasanya orang Indonesia akan menggenapkan pembayaran dan tidak meminta kembalian sebagai bentuk apresiasi. Nah, jika kamu melakukannya pada taksi di Jepang, siap-siap untuk dipanggil kembali karena mereka akan memberikan kembalian dan hanya menerima uang sejumlah yang tertera di argo.

Menunjuk

Saat mengarahkan seseorang ke suatu tempat atau memilih barang, kita terbiasa untuk menggunakan jari telunjuk. Di Jepang, kamu harus menyingkirkan jauh-jauh kebiasaan ini. Menunjuk sesuatu menggunakan jari telunjuk dianggap kasar dan tidak sopan oleh masyarakat Jepang. Sebagai gantinya kamu bisa menunjuk dengan menggunakan kata-kata atau gerakan tangan tanpa harus menunjuk. Jangan lupa untuk memberikan senyum ya.

Menerima sesuatu dengan satu tangan saja

Beberapa negara Asia seperti Jepang dan Korea Selatan terbiasa menerima sesuatu menggunakan dua tangan yang dirapatkan. Jadi biasakan juga menerima sesuatu dari mereka menggunakan dua tangan juga. Menerima sesuatu hanya dengan satu tangan membuat mereka berpikir kalau kamu tidak menghargai pemberian orang tersebut.

Begitu juga sebaliknya, jika kamu hendak memberikan sesuatu kepada mereka, sebaiknya gunakan dua tangan dan memberikannya dengan sopan.

Menyelak antrian

Sumber: malaymail.com

Terbiasa melakukan sesuatu dengan cepat bukan berarti masyarakat Jepang melupakan sikap disiplin. Dari dulu masyarakat Jepang sudah ditanamkan untuk bersikap disiplin pada setiap kesempatan. Meski mereka terburu-buru untuk menghadiri acara penting, mereka tetap akan berbaris rapi dan tidak berusaha untuk menyerobot antrian di halte atau stasiun kereta. Kebiasaan ini berlaku juga meski tidak ada garis pembatas yang jelas. Mereka semua menghargai satu sama lain.

Jika kamu berada di Jepang, pastikan untuk tertib dan disiplin saat mengantri ya. Untuk kebiasaan yang satu ini, tidak ada salahnya jika diterapkan saat kembali ke tempat tinggal supaya masyarakat yang lain meniru dan lama-kelamaan menjadi disiplin juga.

Itulah 6 hal yang tidak boleh kamu lakukan selama berlibur di Jepang. Jadilah wisatawan yang menghormati dan menghargai kebudayaan negara lain. Dengan berperilaku baik, kamu bisa mendapatkan pengalaman liburan yang tidak terlupakan. Sekaligus menjaga nama baik wisatawan asal negeri sendiri.

Jangan lupa untuk sebarkan informasi ini kepada teman atau kerabat yang hendak berlibur ke Jepang juga, ya. Selamat menikmati liburan di Jepang dan mendapatkan banyak pengalaman baru!

 

778

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here