Selain sebagai pengetahuan, sejarah merupakan catatan rentetan peristiwa, sehingga terdapat hikmah atau pelajaran yang bisa kita ambil untuk menentukan masa depan. Orang tua pun sebaiknya sudah mengenalkan sejarah pada si kecil sejak dini. Mengenalkan sejarah kepada anak sejak dini, ibarat menanam bibit yang baik, sehingga akarnya akan kuat dan kelak akan menghasilkan pohon yang baik. Bukan hanya untuk bekal untuk anak namun juga bisa menjadi tambahan ilmu untuk kita sendiri.
Ya, Sejarah di Indonesia memang sangat kaya, peninggalan tempat bersejarah sejak zaman kerajaan ribuan tahun yang lalu. Salah satu caranya adalah dengan berkunjung ke Candi – Candi yang ada di Indonesia. Kita bisa mengetahui sejarah terbentuknya candi tersebut, sejak kapan berdirinya candi tersebut sampai kerajaan apa yang berkuasa di candi tersebut. Menarik bukan? Mau tahu apa saja candi yang terkenal di Indonesia karna sejarahnya? Yuk kita simak!
1. Candi Borobudur
Candi Borobudur merupakan salah satu Candi terbesar di Indonesia. Candi borobudur merupakan salah satu Candi Buddha yang terletak di Magelang, provinsi Jawa Tengah. Candi Borobudur terletak kurang lebih 40 km di sebelah barat laut kota jogja. Dengan kendaraan umum, mobil dan sepeda motor hanya memakan waktu sekitar 1 jam perjalanan dari kota Jogja.

Nama Candi Borobudur sendiri berasal dari kata bara dan budur. Dalam istilahnya, bara memiliki arti kompleks biara dan kata budur yang mempunyai arti atas. Yang kemudian, jika digabungkan menjadi kata barabudur dibaca borobudur yang berarti kompleks biara di atas. Proses pembangunan candi Borobudur diperkirakan menghabiskan waktu 75  sampai 100 tahun lebih. Candi Borobudur baru benar-benar rampung 100% pada masa pemerintahan raja Samaratungga pada tahun 825 Masehi. Orang Indonesia pasti sudah tau dengan candi ini. Bisa dibilang Borobudur merupakan satu destinasi wajib untuk wisata, baik liburan keluarga atau kunjungan instansi.

2. Candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia bahkan se Asia Tenggara. Candi ini dikenal juga dengan nama Candi Roro Jongrang yang didirikan sekitar tahun 850 Masehi oleh Wangsa Sanjaya. Candi ini ditetapkan sebagai cagar budaya dunia yang harus dilindungi keberadaanya oleh UNESCO pada tahun 1991. Candi Prambanan ini memiliki ketinggian 47 meter atau lebih tinggi 5 meter dari candi Borobudur. Lokasi candi Prambanan terletak di tepi jalan raya Yogyakarta – Solo sehingga dapat mudah diakses dari manapun.

Candi Rorojongrang terkenal karena terkait oleh sebuah legenda yang konon diyakini oleh sebagian masyarakat Jawa. Legenda tersebut menceritakan seorang pangeran yang bernama Bandung Bondowoso yang jatuh cinta kepada seorang putri yang bernama Rara Jongrang. Karena sang putri tidak kuasa untuk menolak cintanya maka sang putri mengajukan syarat yang harus di penuhi Bandung Bondowoso yaitu membuat candi dengan jumlah 1.000 arca dalam waktu semalam. Permintaan Roro Jongrang tersebut disanggupi dan hampir terpenuhi pada suatu malam sampai akhirnya Roro Jongrang meminta bantuan warga desa untuk menumbuk padi agar memacing ayam jantan supaya berkokok yang menandakan hari sudah pagi. Tetapi Bandung Bondowoso tahu kalau dicurangi yang pada waktu itu sudah menyelesaikan 999 arca, yang selanjutnya mengutuk Roro Jongrang menjadi arca yang ke 1.000.

3. Candi Tikus

Candi Tikus adalah candi yang terletak di Dukuh Dinuk, Desa Temon, Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Candi tikus merupakan bangunan petirtaan. Hal ini terlihat dari adanya miniatur candi di tengah bangunannya yang melambangkan Gunung Mahameru, tempat para dewa bersemayam dan sumber segala kehidupan yang diwujudkan dalam bentuk air mengalir dari pancuran-pancuran yang terdapat di sepanjang kaki candi. Air ini dianggap sebagai air suci Amerta, sumber segala kehidupan.

Candi Tikus sebenarnya ditemukan pada tahun 1914 oleh seorang penduduk yang kemudian dilaporkan kepada Bupati Mojokerto saat itu, yaitu R.A.A. Kromodjojo Adinegoro. Penemuan tersebut diawali dengan laporan penduduk bahwa di daerah tersebut terjangkit wabah tikus yang bersarang di sebuah gundukan. Ketika gundukan dibongkar ternyata di dalamnya terdapat sebuah candi yang kemudian disebut Candi Tikus. Karena sejarah penemuan inilah hingga sekarang banyak petani, baik dari daerah sekitar Mojokerto maupun luar kota yang sawahnya diserang hama tikus datang ke tempat ini untuk memperoleh air candi yang dipercaya dapat mengusir hama tikus. Bangunan Candi Tikus berdiri pada permukaan tanah yang lebih rndah dari daerah sekitarnya, yaitu lebih kurang sedalam 3,5 meter. Bangunan candi didominasi oleh bata, sedang batu andesit digunakan untuk pancurannya. Dinding Candi Tikus dibuat berteras untuk menahan tanah sekitarnya. Pada dinding bagian bawah serta batur candi inilah terdapat pancuran yang seharusnya berjumlah 46 buah, namun kini tinggal 19 buah, sementara yang lain tersimpan di Museum Majapahit, Trowulan.

4. Candi Ratu Boko

Candi Ratu Boko juga terletak di atas puncak bukit dengan tinggi sekitar 200 m. Candi ini memiliki peran yang cukup penting dalam penyebaran agama Hindu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa. Meski pun bernama Candi Ratu Boko, situs ini sebenarnya tidak dapat disebut sebagai candi utuh karena merupakan reruntuhan sebuah istana atau keraton. Oleh sebab itu, Candi Ratu Boko kadang juga dikenal sebagai Keraton Ratu Boko.

Nama Candi Ratu Boko diambil dari nama seorang raja Mataram bernama Ratu Boko. Candi ini diyakini merupakan reruntuhan istana atau keraton Ratu Boko. Raja Ratu Boko ini diyakini pula sebagai ayah dari Roro Jonggrang yang kita kenal dalam legenda populer Roro Jonggrang. Bila kita melihat sejarah Mataram Kuno pada abad ke delapan, Ratu Boko telah dipergunakan oleh dinasti Syailendra jauh sebelum Raja Samaratungga dan Rakai Pikatan . Keturunan dinasti Syailendra yang telah memakai Ratu Boko saat itu adalah Rakai Panangkaran. Meski begitu, ada kisah lain yang cukup terkenal yakni kisah Prabu Boko yang menerangkan bahwa reruntuhan bangunan keraton ini telah ada saat masuknya agama Hindu ke tanah Jawa. Kisah ini cukup populer di kalangan cerita rakyat kuno Jawa.

5. Candi Gedong Songo
Jika diartikan “gedong songo” adalah sembilan gedung, namun ternyata kamu hanya bisa melihat lima bangunan candi di sini. Meski begitu, tempat wisata sejarah yang berada di Dusun Darum, Semarang ini kerap diburu wisatawan karena pemandangan sunrise yang indah. Setiap candi pada Candi gedong Songo ini memiliki sejarah yang berbeda-beda dan memiliki karakteristik masing-masing. Uniknya, kamu perlu mendaki bukit lebih dulu untuk menelusuri masing-masing candinya yang tersebar satu sama lain.

Candi ini dibangun di masa pemerintahan dinasti Sanjaya Hindu di Jawa yaitu sekitar abad ke-8. Hal ini pun ditinjau dari segi bangunannya dan coraknya.Bentuk dan relief itu telah dijadikan bukti bahwa candi ini dibangun di masa pemerintahan dinasti Sanjaya. Hal inilah yang menguatkan mereka berpendapat bahwa candi ini di bangun pada abad ke-8. Namun, belum ada yang memastikan bahkan tahun pembangunan candi ini pun belum dikonvensionalkan oleh beberapa ahli.

361

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here