Sumber: CISabroad

Pergi berkunjung ke negara 4 musim memang selalu menyenangkan. Kamu bisa mencicipi udara musim semi, musim gugur, dan musim dingin yang tidak ada di Indonesia. Bagaimana dengan musim panas di negara 4 musim? Apakah cuacanya sama seperti musim kemarau di Indonesia? Lalu mengapa kita harus liburan ke Jepang saat musim panas?

Penasaran kan dengan musim panas di Jepang seperti apa? Oleh karena itu simak dulu sekilas infonya berikut ini. Kami jamin, kamu akan tergoda untuk liburan musim panas di Jepang!

Udara musim panas di Jepang berbeda dengan musim kemarau di Indonesia

Ketika mendengar musim panas, mungkin kamu akan membayangkan keadaan cuaca yang sama seperti di Indonesia ketika musim kemarau yang panas dan kering. Nyatanya, musim panas di Jepang memiliki suhu rata-rata sekitar 31,5 derajat Celcius pada siang hari dan 24 derajat Celcius pada pagi hari. Lebih panas dari Indonesia, kan? Bahkan pada bulan Agustus suhu udaranya bisa mencapai 33 derajat Celcius.

Seiring perkembangan jaman dan meningkatnya isu pemanasan global, suhu udara pada saat musim panas pun menjadi lebih tinggi lagi. Tingkat kelembaban udara pun cukup tinggi sehingga wisatawan yang tidak terbiasa dengan perubahan suhu ini rentan mengalami heat stroke.

Pada musim panas, hujan seringkali turun. Hujan pada musim panas ini biasa dikenal dengan nama yudachi. Jadi jangan lupa untuk selalu membawa payung lipat di dalam tas untuk menghalau sinar matahari dan air hujan yang turun. Selain itu, gunakan baju yang berbahan adem dan mudah menyerap keringat agar kamu tetap nyaman beraktivitas.

Aneka kegiatan yang bisa kamu lakukan saat musim panas di Jepang

Sumber: Halal Navi Blog

Meski suhu udaranya akan membuatmu merasa gerah dan kehausan, bergembiralah karena ada banyak kegiatan yang bisa kamu lakukan dan nikmati saat musim panas di Jepang. Cuacanya cukup cerah sehingga ada banyak festival yang diadakan di seluruh Jepang.

Beberapa di antaranya adalah festival kembang api atau festival hanabi. Pada awalnya festival kembang api diadakan untuk mengusir roh-roh jahat. Tapi saat ini banyak wisatawan yang menantikan festival kembang api karena bentuk kembang apinya yang cantik-cantik dan meriah. Pada saat festival kembang api ini biasanya para pengunjung akan menggunakan yukata dan di area festival ini terdapat banyak kios penjual makanan.

Sudah puas menyaksikan kembang api, saatnya untuk menjajal makanan khas Jepang seperti takoyaki, okonomiyaki, hingga yakisoba. Kamu juga bisa mengunjungi sejumlah sungai dengan air yang jernih di Jepang. Biasanya di dekat sungai ini ada banyak kunang-kunang yang memancarkan sinarnya. Sesuatu yang sudah sangat jarang ditemukan di Indonesia, kan? Bersantailah di tepi sungai tersebut sambil menikmati keindahan alam dan cantiknya kunang-kunang. Oh ya, penduduk setempat juga sering mengadakan acara tahun untuk melihat kunang-kunang yang biasanya dilakukan sekitar akhir bulan Juni hingga pertengahan Juli.

Menyiapkan pakaian untuk liburan musim panas di Jepang

Seperti yang sudah diinfokan pada poin pertama, suhu udara di Jepang pada saat musim panas bisa dikatakan lebih tinggi dari suhu udara di Indonesia saat musim kemarau. Bahkan 90% dari wisatawan mancanegara yang berkunjung ke Jepang, suhu udaranya lebih tinggi dari negara asal mereka. Jadi tidak ada salahnya untuk mulai menyiapkan pakaian yang tepat untuk menghalau udara panas di Jepang dari sekarang.

Pakaian yang paling tepat untuk digunakan pada saat musim panas ini adalah pakaian berbahan katun dan tidak ketat. Jika kamu suka dengan gaya yang sederhana, beberapa potong kaos katun nan longgar yang berlengan pendek sudah cukup nyaman. Untuk celananya, gunakan celana yang agak longgar supaya sirkulasi udara dan peredaran darah di kaki tetap berjalan dengan baik.

Hindari penggunaan celana jins yang terlalu ketat karena akan membuatmu tidak nyaman dan meningkatkan kelembaban. Akan lebih nyaman jika kamu menggunakan celana berbahan katun atau semacam kulot atau celana pendek.

Kalau kamu adalah para wanita yang ingin tampil lebih fashionable, cobalah gunakan tank top atau luaran seperti kemeja flannel. Tapi kalau mau memakai tank top, jangan lupa untuk menggunakan krim tabir surya supaya kulit tidak terbakar sinar matahari. Bisa juga menggunakan dress yang berbahan ringan.

Kalau kamu berencana untuk pergi mengunjungi sejumlah kuil, bawalah kemeja atau kain selendang untuk menutup aurat supaya tetap terlihat sopan selagi berkunjung ya.

Baca Juga: Dessert Serba Es Krim yang Bikin Kamu Sejuk di Tengah Udara Panas Yogyakarta

Perlengkapan tambahan selagi beraktivitas

Sumber: Via Tolila

Selagi beraktivitas seperti mengelilingi tempat wisata outdoor, pastikan kamu membawa payung atau topi atau kacamata hitam untuk menghalau sinar matahari yang sangat terik. Bawa juga air minum untuk mencegah terserang dehidrasi. Bila perlu bawalah tisu basah untuk menyegarkan diri di tengah aktivitas.

Cukup menarik ya musim panas di Jepang ini. Apakah kamu tertarik untuk membandingkan musim panas di Jepang dengan musim kemarau di Indonesia dengan mengunjunginya langsung?

451

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here