Sumber: home.bt.com

Beberapa waktu yang lalu beberapa orang ramai membicarakan mengenai istilah begpacker. Bukan backpacker seperti yang kita kenal itu ya. Begpacker berbeda tentunya dengan backpacker. Istilah begpacker dialamatkan pada orang-orang yang melakukan traveling, namun demi menyambung hidup mereka melakukan tindakan yang tak ubahnya seperti seorang pengemis. Ada yang mengamen, ada yang menjual foto selama traveling, bahkan ada yang tak malu terang-terangan menjadi pengemis dan mengaku kehabisan uang di negeri orang.

Memang tak semua orang yang traveling itu, memiliki banyak uang yang bisa membiayai perjalanan mereka. Ada juga orang dengan budget yang terbilang pas-pasan, namun dengan segala keberanian mereka akhirnya melakukan perjalanan hingga keliling dunia. Namun tentu saja untuk melakukan perjalanan dunia dengan budget yang pas-pasan, perlu perencanaan yang matang dan tak main-main. Mereka yang memiliki rencana matang bisa sukses menajdi backpacker keliling dunia meski modalnya sedikit. Tapi tak sedikit pula yang kemudian menajdi gembel atau seorang begpacker seperti istilah yang tengah trend belakangan ini.

Para begpacker yang sempat terlihat di beberapa negara kawasan Asia sempat mendapat kecaman dari banyak orang. Padahal mereka punya barang-barang mahal seperti smartphone, laptop dan kamera canggih. Alih-alih memnafatkan beda-benda tersbeut untuk menyambung hidup, orang-orang ini lebih memilih untuk “meminta-minta” dengan alasan untuk membiayai traveling para begpacker ini. Selain itu saat traveling keliling dunia, biasanya ada part time job atau kerja paruh waktu yang bisa dicoba oleh siapa saja untuk menambah pengahsilan mereka. Selaian part time job, para backpacker sukses ini juga hidupanya sederhana dan tidak berlebihan, sehingga mereka selalu punya uang yang cukup untuk digunakan berkeliling dunia.

Kalau kamu punya rencana traveling keliling dunia atau ke tempat-tempat yang jauh dengan modal terbatas, sebaiknya hindarilah untuk menjadi seorang begpacker ini. Persiapkan semuanya dengan matang dan rencanakan traveling Anda dengan sebaiak mungkin. Budget boleh pas-pasan, tapi bukan berarti Anda tak punya kesempatan untuk menambah penghasilan. Saat traveling pun banyak pekerjaan paruh waktu yang bisa dilakukan, untuk menambah penghasilan guna membiayai perjalanan Anda ini. Apa sajakah itu:

Bartender

Sumber: psmag.com

Jika kamu punya keahlian untuk mencampur minuman, maka pekerjaan menjadi bartender ini bisa untuk dicoba. Berbeda dengan Indonesia, kamu bisa menemukan banyak bar di negara-negara luar sana. Bar-bar ini umumnya mencari para bartender lepas yang bisa dipekerjakan untuk malayani tamu yang datang. Jika Anda kebetulan punya keahlian sebagai bartender, maka pekerjaan ini bisa sangat menguntungkan. Kamu bsia bersosialisasi dan bertemu dengan banyak orang sehingga menambah koneksi. Namun kamu harus siap untuk begadang setiap hari, karena tentu saja menjadi bartender Anda akan lebih sering bekerja di malam hari ketimbang siang harinya.

Guru bahasa Inggris

Kalau Anda punya rencana travelling ke daerah-daerah, atau negara di mana Bahasa Inggris bukan bahasa sehari-hari; maka peluang menjadi seorang guru part time bisa jadi hal yang cukup menguntungkan. Anda perlu untuk bisa mahir bahasa Inggris untuk menajdi seorang guru part time ini. Anda bisa melamar pekerjaan menjadi guru les paruh waktu, dengan gaji yang terbilang cukup lumayan loh. Bahkan di daerah-daerah atau negara tersebut, tak sedikit orang tua yang mau membayar mahal agar anak-anaknya bisa mahir berbahasa Inggris. Hal ini bisa Anda manfatakan untuk menambah pendapatan selama traveling ini. Selain itu menjadi guru juga memudahkan kamu untuk bisa berbaur dengan penduduk sekitar. Membaur dengan penduduk lokal bisa memiliki banyak keuntungan selama traveling ini. Salah satunya,   Anda bisa mendapat informasi dimana memperoleh barang atau makan dengan harga murah, dan peluang pekerjaan paruh waktu yang lainnya.

Jadi pengasuh anak atau baby sitter

Untuk female traveler, memanfaatkan waktu luang saat traveling guna menambah penghasilan bisa dilakukan dengan jalan menjadi seorang nanny atau baby sitter. Pekerjaan ini memang lebih cocok dilakukan oleh kaum hawa, karena mereka memang lebih sabar dalam menjaga dan merawat anak-anak. Menjadi nanny paruh waktu merupakan pekerjaan yang cukup populer di luar negeri sana. Yang perlu Anda lakukan hanya beberapa jam untuk menunggui anak-anak yang dititipkan pada Anda.

Gajinya pun lumayan karena hitunganya perjam. Ada yang beruntung bahkan diajak tinggal bersama dengan keluarga anak yang mereka jaga, sehingga makan mereka dan tempat tinggal bisa terjamin bahkan kerap diajak liburan bersana. Namun hati-hati saat mencari job sebagai seorang nanny atau baby sitter, karena kadang ada orang yang memanfaatkan iklan lowongan pekerjaan jenis ini untuk melakukan tindak kejahatan pada wanita.

Jadi pelayan kafe atau restauran

Daripada menjadi begpacker yang kadangkala disamakan dengan seorang pengemis, lebih baik Anda mencoba pekerjaan paruh waktu dengan menjadi pelayan di Kafe atau restauran. Saat travelling, Anda tentu melihat banyak sekali kafe dan restoran yang bertebaran dimana-mana.

Jumlahnya bisa berkali-kali lipat jika berada di sekitar tempat wisata populer. Tentu saja untuk melayani tamu dan pelanggan, kafe dan resto ini butuh banyak pelayan. Anda bisa memanfaatkan peluang ini untuk menambah penghasilan selama traveling. Menjadi pelayan resto atau kafe memang melelahkan dan juga harus sabar, untuk menghadapi pelanggan dengan karakter yang beraneka ragam. Namun pekerjaan jenis ini juga menjanjikan gaji yang lumayan. Karena itulah jika Anda ingin membiayai traveling dengan budget pas-pasan, maka pekerjaan paruh waktu sebagai pelayan ini patut untuk dipertimbangkan.

Menjadi guide

Sepertinya hal ini sulit dilakukan oleh mereka yang bukan seorang penduduk asli, dan mengetahui seluk belum tempat wisata tertentu. Namun tahukah Anda jika beberapa tempat di Eropa ternyata mencari guide berusia muda untuk menghemat anggaran pegawai mereka? Dikutip dari traveller.com.au, beberapa tempat bersejarah di Eropa rupanya memang mencari orang-orang muda yang bisa direkrut untuk dipekerjakan sebagai guide.

Jika tempat tersebut banyak dikunjungi wisatawan dari negara tertentu, terkadang pengelola tempat wisata ini mencari orang-orang dari negara yang sama untuk menjadi guide dan menghindari kesulitan berbahasa/komunikasi. Untuk bisa dapat pekerjaan ini, kamu harus memiliki paspor Eropa dulu ya. Kabarnya dengan menjadi guide paruh waktu ini gajinya lumayan besar, dan cukup menguntungkan. Namun pengelola tak mau tahu jika ada sesuatu yang terjadi pada wisatawan yang kamu pandu. Jika barang mereka hilang atau kecopetan, ya kamu yang harus repot kesana kemari untuk membantu mereka mengurus barang-barang yang raib tersebut.

Jadi pekerja di perkebunan

Di beberapa negara di Eropa atau Amerika atau bahkan di Asia dan Australia, ada banyak perkebunan dengan komoditas yang berbeda-beda pula. Hal ini bisa Anda manfaatkan untuk menambah penghasilan selama traveling. Kamu bisa melamar untuk menjadi pegawai perkebunan lepas.

Perkebunan atau pertanian ini, biasanya mencari banyak orang untuk dipekerjakan saat musim panen tiba. Kamu bisa menjadi pekerja untuk memetik buah, atau pemotong bunga dan sayuran. Gajinya mungkin memang tak sebesar dibandingkan pekerjaan part time lainnya. Namun bekerja di perkebunan itu menyenangkan loh. Anda bepeluang untuk bisa melihat, memetik sendiri atau bahkan mencicipi buah dan sayuran unik yang tidak ada di negara kita tercinta ini. Tak jarang jika Anda mendapat bos yang baik hati, Anda juga dijinkan untuk mencicipi buah atau sayuran yang sudah dipetik itu.

Bekerja di hotel atau penginapan

Sama dengan kafe atau restoran, banyak hotel-hotel bertebaran di tempat wisata yang membutuhkan pegawai lepas untuk dipekerjakan. Hotel-hotel ini umumnya mencari pekerja lepas untuk dipekerjakan di bidang laundry dan juga bersih-berih, meski tak sedikit yang diperbantukan di bagian dapur pula. Anda pun bisa mencoba jenis pekerjaan ini untuk menambah penghasilan dan mendapat tambahan uang selama traveling.

Namun ada juga hotel atau penginapan yang tak membayar pekerja lepasnya, namun membiarkan Anda untuk tinggal sementara waktu di tempat ini secara gratis. Otomatis paling tidak budget untuk penginapan bisa ditekan, jika Anda menekuni pekerjaan jenis ini. Tapi jika Anda bekerja cukup baik selama beberapa waktu, maka kemungkinan Anda bisa mendapat bayaran plus masih diijinkan untuk tinggal secara gratis di tempat tersebut.

Menjadi penulis

Sumber: writingcooperative.com

Jika Anda bukan tipe yang bisa mudah bergaul dengan orang, atau merasa tak punya keahlian melakukan pekerjaan paruh waktu di atas, menjadi seorang penulis bisa jadi alternatif yang patut untuk dicoba. Sebagai traveller, Anda tentu punya banyak pengalaman yang bisa dibagikan dalam bentuk tulisan di blog. Blog ini bisa Anda kelola, dan tentu saja bisa jadi sumber pendapatan tambahan selama traveling ini. Ada banyak sekali loh traveller yang juga suskes menajdi blogger dan dapat penghasilan yang cukup lumayan. Selain itu, kamu juga bisa mengirimkan tulisanmu itu ke media online atau surat kabar, dan mendapat bayaran yang sepadan. Jika meraksa tak pede untuk menuliskan pengalaman selama traveling, banyak juga lowongan menjadi penulis lepas atau freelance yang bisa dicoba untuk menambah penghasilan selama traveling ini.

Petugas parkir lepas

Jika Anda punya keahlian mengemudaikan kendaraan, maka menjadi petugas parkir lepas bisa dicoba. Banyak hotel mewah yang membutuhkan orang untuk dipekerjakan sebagai Vallet Attendant. Anda wajib punya keahlian untuk mengemudikan kendaraan, agar bisa diterima dan menjalani pekerjaan ini. Meskipun gajinya terbilang lumayan, namun Anda juga harus bersiap dengan penduduk lokal yang juga banyak mengincar pekerjaan jenis ini.

Mungkin sebagaian traveller berpendapat bahwa mencarai pekerjaan paruh waktu itu bukan hal yang gampang. “Teori sih gampang tapi prakteknya?” Tapi bukanlah tak ada yang mustahil, selama Anda mau berusaha dan bekerja? Jika Anda berani traveling ke tempat jauh atau bahkan berkeliling dunia dengan budget pas-pasan, mengapa tak mencoba keluar dari zona nyaman dan menekuni pekerjaan paruh waktu ini?

Selain menambah penghasilan, Anda pun akan belajar bagimana cara penduduk lokal bersosialisasi dengan sesamanya. Selain itu, Anda juga punya kesempatan untuk berkenalan dengan banyak orang, serta memperluas pergaulan. Tak hanya itu pengalaman bekerja paruh waktu saat traveling, adalah sesuatu berharga yang mungkin tak akan terulang lagi di kehidupan Anda di masa depan nanti. Karena itulah daripada menjadi seorang begpacker yang disamakan dengan pengemis, menekuni pekerjaan paruh waktu selama traveling ini dirasa lebih bermartabat dan terhormat.

1133

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here