Sumber: traveldave.co.uk

Orang Indonesia tentu sudah kenal betul dengan peribahasa di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung. Artinya di mana pun kita berada, wajib hukumnya untuk mengormati dan mengikuti budaya setempat. Tak terkecuali ketika kita sedang traveling. Ke mana pun kita berpergian baik di dalam atupun di luar negeri, sangat dianjurkan untuk mengikuti dan menghormati budaya lokal penduduk setempat.

Tentu saja selain untuk menghindarkan kita dari cap orang yang tidak sopan dan kurang beradap, menghormati budaya lokal akan membuat traveling kita jadi lebih nyaman, aman dan menyenangkan. Salah satu cara untuk mengamalkan pepatah tersebut di atas ketika traveling adalah dengan membaur dengan penduduk lokal setempat. Ya, sebagai pendatang atau pengunjung ke tempat tersebut, tak ada salahnya bagi traveler untuk berbaur dengan penduduk lokal setempat. Malah sangat dianjurkan bagi traveler yang ingin menetap lama di suatu tempat tertentu untuk berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk lokal.

Berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk lokal setempat di destinasi traveling Anda, punya banyak keuntungan yang mungkin belum pernah Anda sadari sebelumnya. Berteman dan bersosialisasi dengan penduduk lokal sama artinya kita telah diterima dan jadi bagian dari mereka. Dengan begitu ketika kita mengalami masalah di tempat tersebut, banyak penduduk lokal yang bersedia dengan senang hati akan membantu Anda. Tak hanya itu dari penduduk lokal pula kita bisa mendapat info tempat-tempat cantik dan menarik, yang hanya diketahui oleh mereka saja.

Penduduk lokal juga sumber informasi terbaik bagi Anda untuk mengetahui di mana bisa menemukan restoran atau penginapan yang murah meriah. Tak hanya itu, jika cukup beruntung Anda juga bisa tinggal bersama dengan mereka selama beberapa waktu tertentu. Otomatis masalah akomodasi untuk penginapan bisa ditekan disini.

Mengingat betapa banyaknya manfaat bagi traveler yang membaur dengan penduduk lokal, bersosialisasi dengan mereka memang sangat disarankan untuk Anda lakukan. Tentu saja berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk lokal bukanlah hal yang mudah. Keterbatasan komunikasi dan bahasa serta benturan budaya, acapkali membuat traveler susah berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk lokal setempat. Meskipun begitu, tetap ada cara-cara yang bisa Anda lakukan untuk membuat proses sosialisasi dengan penduduk lokal ini semakin lancar, apa saja itu?

Kenakan pakaian yang pantas, tidak provokatif, dan sopan

Sumber: travelgreecetraveleurope.com

Di mana pun Anda berada, selalu kenakan pakaian yang sopan dan pantas saat mencoba berbaur dengan penduduk setempat. Kemeja dan kaus polos sangat dianjurkan bagi Anda jika ingin membaur dengan mereka. Jangan gunakan kaus dengan tulisan provokatif atau memuat simbol agama dan politik tertentu, ketika Anda mencoba untuk berbaur dengan penduduk lokal ini. Sebelum traveling, carilah informasi mengenai adat budaya serta pakaian yang umum digunakan oleh penduduk setempat.

Seperti saat traveling ke sebagian Asia, Eropa dan Amerika atau Asutralia, Anda bisa mengenakan pakaian yang casual. Namun ketika traveling ke negara dan kota kawasan Timur Tengah, pakaian disana lebih tertutup dan juga konservatif. Karena itulah untuk bisa diterima dan jadi bagian dari penduduk lokal, kenakan pakaian pantas yang sesuai dengan budaya dan adat istiadat penduduk lokal. Untuk perempuan, hindari menggunakan perhiasan yang berlebihan karena seolah akan memberikan jarak dan kelas antara Anda dengan penduduk setempat.

Mulailah inisiatif terlebih dahulu

Ingat bahwa Anda adalah tamu yang kebetulan melintas atau berkunjung ke daerah mereka. Karena itu sebagai tamu, ada baiknya Anda memulai inisiatif untuk ngobrol dan bicara dengan penduduk lebih dahulu. Mulailah percakapan dengan membahas tempat-tempat populer di sekitar mereka. Jika ada keterbatasan komunikasi, maka Anda bisa sedikit-sedikit mempelajari bahasa penduduk lokal setempat.

Bersikaplah bersahabat dengan banyak tersenyum dan berkata lembut, serta mendengarkan jika penduduk di sana menceritakan tempat-tempat yang Anda bahasa sebelumnya. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah bergaul dengan penduduk lokal yang mungkin saja masih pemalu dan tak ingin menyapa turis atau traveler asing terlebih dahulu.

Jangan foto-foto sembarangan

Yang namanya traveling, aktivitas foto-foto memang hal yang sangat wajar untuk Anda lakukan. Apalagi bagi Anda yang punya hobi fotografi, di mana segala hal yang unik dan menarik bisa jadi objek foto yang wajib untuk diabadikan. Tak terkecuali aktivitas dan kegiatan sehari-hari penduduk lokal setempat. Namun ketika Anda memulai untuk berbaur dan bersosialisasi dengan mereka, sebaiknya tahan dulu keinginan untuk foto-foto ini. Bahkan ada baiknya bagi Anda untuk menyimpan kamera terlebih dahulu.

Mengalungi kamera ketika mencoba berbaur dengan penduduk lokal, membuat Anda seperti orang asing yang hanya ingin kepo dan mengabadikan gambar mereka saja. Simpanlah kamera terlebih dahulu dan ketika suasana sudah mulai hangat, minta izinlah dengan sopan untuk mengambil gambar penduduk lokal ini. Bagi Anda yang traveling ke daerah di mana teknologi belum begitu menyentuh tempat-tempat ini, sebaiknya jangan kerap mengecek dan memainkan smartphone Anda. Selain benda-benda tersebut mungkin masih asing, rasanya kurang sopan saat ada orang yang bicara tapi Anda asyik mengecek smartphone sendiri.

Mulailah dengan orang lokal di sekitar Anda dulu

Mulailah proses blending atau sosialisasi ini dengan orang lokal di dekat Anda dahulu. Mulailah berteman dengan petugas kebersihan, resepsionis atau staff hotel tempat Anda menginap. Atau Anda juga bisa memulai pertemanan dengan supir taksi, pengelola restoran dan penduduk lokal lain yang bisa dengan mudah ditemukan di sekitar Anda. Tersenyumlah dengan hangat dan menyapa mereka terlebih dahulu untuk mencairkan suasana. Meskipun begitu jangan terlalu akrab atau sok kenal, karena kadang penduduk lokal waspada dengan orang asing yang bersikap terlalu ramah pada mereka.

Perhatikan alas kaki yang Anda kenakan

Ternyata tak hanya pakaian saja yang wajib diperhatikan ketika Anda mencoba berbaur dengan penduduk lokal ini. Bahkan ada etika untuk alas kaki yang baiknya dipakai atau ditinggalkan, ketika berbaur dengan penduduk setempat. Misalanya di beberapa negara Eropa, ada baiknya Anda tak mengenakan sepatu warna putih ketika mencoba bersosialisasi dengan penduduk lokal. Selain dinilai terlalu mencolok, sepatu warna putih juga lebih dikenal sebagai alas kaki atau perlengkapan untuk berolahraga.

Selain itu sebaiknya hindari sepatu boots tentara, terutama di daerah-daerah yang pernah memiliki sejarah perang yang panjang. Untuk perempuan hindari memakai higheels atau wedges, saat mencoba untuk mengobrol dengan kaum hawa setempat. Anda tentu tak ingin jadi pusat perhatian dan diangap salah kostum dengan mengenakan dua jenis sepatu itu bukan?

Makan di tempat penduduk lokal berkumpul

Ada dua keuntungan yang Anda dapat selain bisa berbaur dengan penduduk setempat saat memutuskan untuk makan di area di mana warga lokal sering berkumpul. Pertama selain bisa menikmati hidangan khas daerah tersebut, harga makanan yang ditawarkan juga umumnya lebih murah. Selain itu, waktu makan adalah saat yang tepat di mana Anda bisa mencoba berbaur dengan penduduk setempat. Caranya adalah dengan mencoba atau mencicipi makanan khas yang  kerap disantap oleh penduduk setempat. Anda bisa datang juga ke pasar-pasar tradisional di mana biasanya penduduk setempat berkumpul dan menikmati hidangan khas di sana. Dengan begini, kesempatan Anda berbaur dan bertemu dengan penduduk lokal makin terbuka lebar.

Lebih sering transkasi dengan uang tunai setempat

Ketika Anda traveling ke luar negeri dan ingin berbaur dengan penduduk setempat, sering-seringlah menggunakan mata uang negara tersebut untuk bertransaksi. Saat ini, tentu saja di luar negeri sana banyak tempat yang telah menerima pembayaran dengan kartu kredit. Menurut Anda mungkin lebih cepat dan praktis karena hanya tinggal gesek saja. Namun ada baiknya bagi Anda, untuk sering menggunakan mata uang lokal saja jika bertransaksi.

Apalagi untuk melakukan kegiatan sehari-hari seperti ketika membeli bahan makanan, atau minum kopi di kafe setempat. Selain membuat Anda terlihat lebih berbaur dengan penduduk setempat, cara ini juga akan menghindarkan Anda dari orang jahat yang umumnya mengincar turis atau wisatawan asing. Meksipun begitu ingatlah untuk tidak membawa uang tunai secara berlebihan. Bawalah secukupnya saja untuk mencegah Anda jadi incaran orang jahat.

Lebih sering mengunakan transportasi umum

Sumber: youtube.com

Saat traveling, mungkin Anda bisa menyewa motor atau mobil demi menghemat waktu atau karena privasinya lebih terjaga. Atau Anda juga lebih sering menggunakan taksi karena meskipun tarifnya sedikit mahal, Anda bisa nyaman duduk tanpa harus berdesak-desakkan. Meskipun kedua cara ini bisa Anda praktekkan, cobalah sekali-kali untuk menggunakan transportasi umum seperti bus dan kereta saja. Nikmatilah saat di mana Anda bisa bertemu dengan penduduk setempat, dan mencoba membuka pembicaraan dengan penduduk yang kerap menggunakan transportasi umum ini.

Namun lihatlah juga kondisi dari lawan bicara Anda. Jika ia terburu-buru sebelum berangkat kerja atau kelelahan setelah pulang kerja, ada baiknya Anda tak memaksa untuk mengobrol banyak dengan mereka. Selain itu jangan lupa untuk selalu meletakkan tas atau ransel Anda di depan dada, agar tak jadi incaran orang jahat seprti copet yang kerap memanfaatkan momen berdesak-desakan di transportasi publik untuk melakukan aksi kejahatan.

Belanja di toko lokal

Saat traveling, mungkin Anda lebih senang untuk belanja di minimarket atau mall sekitar tempat Anda menginap atau tinggal sementara. Selain praktis, Anda pun bisa mendapatkan apa saja disana. Akan tetapi hal ini tidak cukup efektif jika Anda ingin berbaur dengan penduduk lokal setempat. Karena itu selain mall dan minimarket, sempatkanlah pula untuk belanja di warung atau pasar dan toko tradisional setempat. Disana Anda akan bertemu dengan banyak orang lokal yang berbelanja, dan bisa jadi kesempatan baik untuk berbaur dan mengobrol dengan penduduk setempat. Oh ya meskipun diperbolehkan, namun sebaiknya Anda tidak menawar terlalu rendah untuk komoditas yang dijual penduduk lokal ini agar tak menyinggung perasaan mereka.

Bersikap sopan

Kesopanan tetap jadi senjata ampuh untuk Anda, agar bisa berbaur dengan penduduk setempat. Di mana pun Anda berada, orang yang bersikap sopan akan lebih diterima dan diperlakukan dengan baik. Karena itulah tanamkan diri Anda untuk bersikap sopan seperti selalu menyapa lebih dahulu, tersenyum hangat, tidak memotong pembicaraan atau tidak berbicara dengan nada tinggi saat berinteraksi dengan penduduk lokal ini. Dengan cara ini, akan lebih mudah bagi Anda untuk bsia berbaur dan bersosialisasi dengan penduduk setempat..

272

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here