Sumber: korea-hotels.net

Korea Selatan negeri para oppa tampan dan boyband serta girlband terkemuka ini, memang menjadi salah satu destinasi traveling yang difavoritkan banyak orang. Ya Korea Selatan memang jadi destinasi tujuan wisata, semenjak menyebarnya budaya hallyu yang dibawa oleh drama-drama dan juga musisi mereka. Bisa dibilang salah satu faktor yang membuat Korea Selatan semakin mendunia adalah keindahan alamnya, yang kerap jadi background dalam drama-drama Korea yang tayang di berbagai belahan dunia.

Lihat saja drama Winter Sonata yang pernah tayang di TV nasional pada tahun 2002 yang silam. Beberapa lokasi drama sukses yang dimainkan oleh Bae Yong-joon dan Choi Ji-woo ini hingga kini masih jadi salah satu detinasi wisata yang dikunjungi oleh banyak traveller dari penjuru dunia. Salah satunya Nami Island yang hingga kini selalu masuk dalam daftar tempat yang wajib dikunjungi ketika ke Korea Selatan.

Terlepas dari itu semua, Korea Selatan memang menjadi salah satu destinasi traveling banyak orang di kawasan Asia. Keragaman budaya, keindahan alam, kuliner lezatnya, gaya hidup dan masih banyak hal lagi membuat negara dengan ibukota Seoul ini tak pernah sepi dari kunjungan para traveller dari seluruh penjuru dunia. Traveling ke Korea Selatan sendiri, sama menyenangkanya dengan traveling ke belahan dunia lain. Namun jika kamu baru pertama kali mengunjungi negara dengan luas 100,210 kilometer persegi ini, ada beberapa hal yang patut untuk kamu ketahui sebelumnya. Apa saja itu?

Berapa lama sebaiknya tinggal di Korea Selatan?

Jika kamu traveling sendiri atau tidak mengikuti paket wisata atau tour, kamu perlu memikirkan mau berapa lama tinggal di negara ini untuk menjelajah alam dan menikmati budayanya. Dikutip dari tripzilla.com, kamu bisa merencanakan 8 hari untuk tinggal di Korea Selatan. Dalam waktu 8 hari itu kamu bisa berkeliling Seoul, Busan dan juga Jeju Island. Meskipun begitu, waktu 8 hari dirasa terlalu mepet, dan kamu bisa saja kelelahan kalau memaksakan diri menjelajah negara ini dalam waktu 8 hari saja. Karena itulah sebaiknya kamu merencanakan waktu 10 hari, termasuk berangkat dan pulang untuk traveling ke Korea Selatan.

Siapkan aplikasi penerjemah

Beda dengan Jepang, belum semua tempat di Korea Selatan memiliki keterangan dengan menggunakan bahasa Inggris. Selain itu, kebanyakan orang Korea juga jarang ada yang mahir berbahasa Inggris. Bahkan banyak penjual cenderamata di daerah wisatapun, kurang lancar menggunakan bahasa Inggris. Kalau kamu bisa bahasa Mandarin, maka itu akan sangat membantu sekali. Tapi jika tidak, kamu bisa mempersiapkan aplikasi terjemahan, untuk membantumu berkomunikasi dengan penduduk lokal. Selain itu sebelum berangkat, sebaiknya kamu belajar sedikit-sedikit hangul untuk bisa membaca petunjuk arah  dan berkomunikasi dengan warga Korea Selatan.

Siapkan pecahan mata uang lokal

Sumber: continentalcurrency.ca

Sebelum traveling ke Korea, sebaiknya kamu mempersiapkan sejumlah mata uang lokal sebagai alat transaksi di sana. Atau kamu juga bisa menukarkan mata uang rupiah dengan won sesampainya di sana. Saat ini 10 ribu rupiah nilainya setara dengan 675.01 won. Sejumlah tempat juga menerima transaksi dengan kartu kredit, jadi kamu bisa membawa uang tunai secukupnya saja. Meskipun begitu membawa uang tunai saat menjelajah Korea itu wajib hukumnya, sebab ada beberapa transaksi dan kebutuhan yang hanya menerima cash saja sebagai alat transaksinya.

Gunakan transportasi umum

Seperti negara-negara besar lainnya, transportasi umum jadi hal vital yang sangat diperhatikan oleh pemerintah setempat. Jadi kamu bisa tetap dengan nyaman menggunakan transportasi umum, untuk menjelajah beberapa tempat di Korea Selatan. Yang perlu diingat, transportasi publik di Korea Selatan ini selalu tepat waktu alias on time. Satu menit saja kamu telat, bus atau kereta tak akan segan untuk meninggalkanmu. Untuk tiket, kamu bisa membelinya dengan harga sekitar KRW1, 250 atau sekitar 18 ribu Rupiah. Untuk jarak yang agak jauh, kamu perlu menambah harga tiket dengan uang sejumlah KRW100-300. Untuk lebih menghemat uang, ada baiknya sebelum berangkat kamu membeli Korea T-money card. Kartu ini tak hanya bermanfaat untuk membeli tiket transportasi publik, tapi kamu juga berpeluang mendapat diskon jika belanja dengan Korea T-money card.

Toilet umum yang bersih dimana-mana

Di Korea Selatan, akan dengan mudah kita jumpai toilet umum yang tersebar di seluruh penjuru kota. Yang membuat kagum, toilet-toilet ini selalu dalam keadaan bersih dan juga rapi. Kamu pun bisa dengan nyaman menggunakan fasilitas publik ini, asal menjaga kebersihanya. Namun uniknya meskipun banyak ditemukan toilet umum, akan tetapi jarang sekali dijumpai tempat sampah di negara itu. Jadi solusinya, kamu harus membawa sampah atau tisu toilet yang telah digunakan hingga menemukan tempat untuk membuang sampah nantinya. Jangan sekali-kali mencoba untuk buang sampah sembarangan, karena sanksi hukumnya bisa lumayan berat sekali.

Perhatikan bulan kunjungan

Jika kamu mengunjungi negara ini di bulan Desember hingga Maret, maka persiapkan baju tebal, mantel dan juga jaket; karena di Korea musim dingin bisa sangat menggigit ditambah salju tebal di mana-mana. Sebaliknya jika kamu berkunjung di sekitar bulan Juli, maka Korea sedang memasuki musim panas. Saat itu matahari disana sedang garang-garanganya membakar kulit. Bahkan tak jarang pemerintah mengumumkan adanya cuaca panas ekstrim, yang harus diwaspadai warganya. Karena itulah disarankan bagi kamu untuk datang antara bulan April sampai Juni, dimana negara tersebut tengah memasuki musim semi. Udara ketika itu tidak terlalu panas atau dingin, selain itu kamu bisa menikmati keindahan alam saat musim semi ini tiba.

Air bersih untuk minum di mana-mana

Fasilitas umum di Korea memang sangat lengkap dan memanjakan warganya. Salah sartunya tersedia air bersih dimana-mana, yang bisa langsung dikonsumsi oleh siapa saja. Saat traveling ke negara ini, kamu akan melihat dimana-mana berdiri kran yang airnya dijamin bersih dan sehat untuk dikonsumsi. Kamu pun bisa mengisi ulang botol minumanmu di sini. Meskipun begitu, ada juga orang yang merasa tidak nyaman minum air secara langsung seperti ini. Jika kamu salah satunya, kamu bisa membeli air minum kemasan dengan harga sekitar KRW1500 atau setara dengan 22 ribu rupiah. Namun jangan membelinya di sekitar tempat wisata ya, sebab pedangang umumnya menaikan harga air minum ini jadi sedikit lebih mahal.

Paket data di Korea Selatan

Untuk tetap bisa menggunakan smartphone dan mengakses internet, kamu pun perlu membeli paket data di negara ini. Sebuah kartu dengan paket data sekitar 1 GB dan berlaku selama 60 hari, dibandrol dengan harga KRW29,900 atau sekitar 400 ribuan lebih jika dirupiahkan. Ada juga alat portable untuk WiFi yang bisa disewa dengan biaya KRW5000, atau 74 ribu rupiah perharinya. Yang mana jadi pilihanmu? Ya tentu saja itu tergantung dari diri kamu sendiri. Jadi sebelum berangkat kamu bisa mengkalkulasi dan mengira-ngira, manakah yang lebih hemat dari dua pilihan paket data itu.

Maklumlah pada warga senior yang kadang bersikap kasar

Di Korea Selatan, warga senior atau orang tua sangat dihormati disana. Karena itulah sebisa mungkin kamu tidak menyinggung atau menganggu warga senior ini. Warga senior bahkan tak segan untuk mendorong atau menyikut orang asing yang dirasa terlalu dekat atau menganggu mereka. Karena itulah kamu jangan kaget atau marah, saat ada kakek-kakek atau nenek-nenek yang menurutmu bersikap kasar padamu. Generasi tua di Korea, memang dikenal sangat mengharpakan generasi muda untuk bersikap sopan dan hormat pada mereka. Meskipun begitu, masih banyak juga kok orang Korea yang bersikap ramah pada pendatang. Jadi bersiaplah dengan culture shock ini saat datang ke negeri gingseng. Yang perlu kamu perhatikan adalah kamu harus selalu bersikap santun, dan menghormati penduduk lokal disana.

Mau makan di mana?

Kalau kamu traveller dengan budget berlimpah, ada banyak restoran mewah yang bisa kamu kunjungi di berbagai sudut kota di Korea Selatan. Namun jika kamu punya budget minim dan pas-pasan atau sekedar ingin menikmati sensasi makan yang berbeda, datang saja ke jalanan di sekitar Myeongdong. Tempat ini dikenal dengan gudangnya street food aneka rupa, dengan harga yang terbilang cukup terjangkau. Mulai dari jenis sayuran, daging dan seafood bisa dengan mudah kamu temui di street food di Myeongdong ini. Makanan lokal seperti dubboki (kue beras khas Korea), hoddeok (pancake manis),  bbogi (biskuit karamel) dan masih banyak lagi hidangan dengan cita rasa otentik yang bisa kamu nikmati disini.

Wisata belanja di Seoul

Sumber: visitkorea.or.kr

Salah satu tempat yang bisa kamu kunjungi untuk belanja atau membeli oleh-oleh adalah Seoul. Di Seoul, banyak spot belanja yang bisa kamu kunjungi. Sebagai ibukota Korea Selatan, Seoul menyediakan atraksi wisata yang memikat banyak traveller untuk datang ke sini. Salah satu hal yang ditawarkan oleh Seoul, adalah wisata belanjanya mulai dari yang kelas bawah, hingga ditujukan untuk kaum sosialita. Beberapa tempat belanja yang bisa kamu kunjungi di Seoul seperti:

  • Myeongdong: disini kamu bisa membeli barang-barang yang cewek banget. Mulai dari kosmetik, pernak-pernik dan aneka produk fashion ada di Myeongdong ini.
  • Namdaemun: untuk yang gemar belanja barang dalam partai besar, maka Namdaemun ini cocok untuk dituju. Meskipun begitu, tempat ini kurang asyik untuk kamu yang ingin melakukan wisata belanja
  • Dongdaemun: disini kamu bisa mendapatkan baju atau aneka barang-barang lain dengan harga lebih murah. Dongdaemun juga sering disebut sebagai street marketnya Seoul.
  • Insadong: nah kalau kamu mencari cenderamata khas Korea, maka Insadong ini wajib untuk dikunjungi.
  • Garosugil: untuk kamu yang mencari barang-barang kelas atas atau cafe ternama, maka di sinilah tempat yang harus kamu tuju.
  • Pasar bawah tanah sekitar stasiun kereta dan bus: di bawah tanah kota Seoul, tak jarang ada juga pasar yang letaknya dekat dengan terminal dan stas Di sini kamu bisa membeli baju-baju dan barang lain dengan harga mulai dari yang murah hingga mahal banget.

Yang mana jadi pilihanmu? Tentu saja semua itu tergantung dengan budget yang kamu miliki ketika traveling ke Korea Selatan ini. Yang perlu diketahui, para pedagang di tempat-tempat tersebut diatas sangat jarang ada yang bisa berbahasa Inggris. Jadi selain menggunakan isyarat tangan, kamu pun mungkin bisa menggunakan sedikit-sedikit bahasa Korea dari aplikasi terjemahan di smartphone kamu.

300

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here