Sumber: IDN Times

Bicara tentang Papua, yang terlintas di benakmu pastinya Raja Ampat yang namanya sudah mendunia. Selain Raja Ampat, rasanya sulit ya untuk menyebutkan tempat wisata lain di Papua. Hal ini wajar saja karena Papua tidak begitu populer di kalangan wisatawan lokal, ditambah lagi transportasi menuju Papua yang harganya cukup mahal bila dibandingkan berlibur ke negara tetangga.

Tapi untuk kamu yang sudah berencana untuk mengeksplorasi seluruh daerah di Indonesia dan tidak peduli dengan budget, kami akan rekomendasikan surga lainnya di Papua yaitu Lembah Baliem yang memiliki pemandangan indah dan menarik untuk dieksplorasi.

Untuk bayangan kamu, kami akan beberkan beberapa hal yang bisa kamu temukan di sana. Simak ya!

Festival Lembah Baliem

Sumber: Travel Kompas

Tidak hanya menarik dari sisi alamnya, Lembah Baliem juga menarik dari sisi kebudayaannya. Melalui Festival Lembah Baliem, kamu bisa menyaksikan atraksi drama perang antar Suku Dani, Suku Lani, dan Suku Yali Elit.

Atraksi drama perang ini bukan untuk mengajarkan para penonton berperang melawan suku lain, tapi sebagai bentuk pemikiran yang positif. Moto mereka adalah “Yogotak hubuluk motog hanaro” yang artinya harapan akan hari esok yang harus lebih baik dari hari ini.

Festival ini dilangsungkan selama 3 hari setiap bulan Agustus untuk menyambut hari Kemerdekaan Indonesia. Tidak hanya menarik bagi wisatawan lokal, festival ini juga digemari oleh wisawatan mancanegara.

Pesta Bakar Batu

Salah satu tradisi budaya yang cukup terkenal dari Papua adalah Pesta Bakar Batu. Tradisi ini biasanya dilakukan untuk merayakan sebuah pesta atas kelahiran, pernikahan, kematian, atau kemenangan atas perang Suku Dani di Lembah Baliem.

Pesta Batu Bakar ini adalah semacam api unggun, hanya saja material utamanya bukan kayu bakar melainkan batu. Batu-batu yang sudah dikumpulkan ini digesek-gesekan satu sama lain sehingga menghasilkan percikan api. Batu tersebut diletakkan di atas tumpukan daun untuk memasak ubi atau babi.

Selain untuk berpesta, Pesta Bakar Batu ini juga mencerminkan gotong royong dan kebersamaan masyarakat setempat.

Lembah Baliem adalah pusat pendidikan agama Islam terbesar di Papua

Selama ini masyarakat Indonesia tahu kalau tanah Papua didominasi oleh pemeluk agama Kristen karena banyak hidangan berbahan dasar daging babi. Namun bukan berarti tidak ada pemeluk agama Islam di sini, bahkan Lembah Baliem adalah pusat pendidikan agama Islam terbesar di Papua dengan sejumlah madrasah dan pesantren.

Positifnya, perbedaan pemeluk agama di Papua tidak pernah menjadi masalah besar. Bahkan mereka hidup berdampingan dan sangat rukun. Tradisi pun tidak menjadi masalah. Misalnya saja untuk Pesta Batu Bakar, para umat Muslim akan mengganti daging babi menjadi daging ayam. Sederhana sekali solusinya. Hal yang seperti ini harusnya menjadi contoh untuk umat lain di seluruh Indonesia kan?

Temukan pasir putih tanpa pantai di Lembah Baliem

Sumber: Travel Today

Namanya saja lembah, sudah pasti yang akan kamu temukan di sini adalah lembah dan bukit, bukannya pantai. Namun uniknya, di sini ada sebuah area yang dipenuhi hamparan pasir putih. Fenomena alam ini dipercaya sebagai bentuk peninggalan alam Lembah Baliem di masa lampau. Dulunya Lembah Baliem adalah sebuah danau. Namun akibat gempa, kondisi alamnya berubah menjadi sebuah lembah. Kuasa alam memang selalu tidak bisa ditebak ya!

Tradisi mandi lumpur dan potong jari

Warga Lembah Baliem memiliki tradisi mandi lumpur sebagai bentuk simbol bahwa setiap manusia yang meninggal akan kembali ke tanah seperti semula. Ada juga tradisi potong jari sebagai ungkapan kesedihan atas kematian sanak saudara dan keluarga tercinta yang dilakukan oleh Suku Dani.

Mengapa jari? Karena jari adalah lambing dari kerukunan, persatuan, dan kekuatan. Biasanya proses pemotongan jari ini dilakukan menggunakan benda tajam, menggigitnya, atau mematikan jari terlebih dahulu menggunakan ikatan tali. Sangat mengerikan dan terdengar berbahaya, untungnya tradisi tersebut sudah mulai ditinggalkan.

Baca Juga: 7 Perilaku Orang London yang Perlu Kamu Pahami

Mumi Suku Dani

Siapa bilang untuk mumi hanya ada di Mesir? Di Indonesia juga ada mumi loh, tepatnya mumi Suku Dani. Mumi ini adalah tubuh dari Wim Motok Mabel, seorang panglima perang semasa hidupnya. Tubuhnya diawetkan dengan cara pembalseman. Umur mumi ini sendiri sudah berumur 300 tahun dan masih terlihat bagus. Mumi ini disimpan dalam pilamo atau rumah laki-laki dan dipercaya bisa mensejahterakan keturunannya.

Sekarang kamu sudah tahu kan kalau selain Raja Ampat, ada juga Lembah Baliem di Papua yang alamnya indah dan kaya akan tradisi budaya? Jadi kalau ada kesempatan untuk terbang ke Papua, sediakan banyak waktu untuk berkunjung ke sejumlah tempat kemudian rasakan sendiri keindahan dan kekayaan yang dimilikinya. Kamu pasti akan bangga menjadi bagian dari Indonesia. Selamat mengeksplorasi!

270

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here