Sumber: Cerita Dimulai

Kota Manado sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia karena merupakan memiliki aneka tempat wisata alam yang mempesona dan kaya akan kuliner yang nikmat. Mungkin di antara kalian sudah mengetahui tentang keindahan Bunaken, tapi apakah kalian tahu kalau Manado juga memiliki sejumlah bangunan sejarah yang bisa dijadikan destinasi wisata?

Kalau kamu salah satu di antaranya yang belum mengetahui tentang keberadaan bangunan bersejarah di Manado, coba perdalam pengetahuanmu dengan daftar berikut ini!

Tugu Perang Dunia II

Sumber: Zona Utara

Hampir seluruh kota di Indonesia memiliki monument atau tugu peringatan, begitu juga dengan Manado yang memiliki Tugu Perang Dunia II. Tugu peringatan ini berdiri dengan tinggi sekitar 10 meter.

Cerita di balik pembuatan tugu peringatan ini ada 2 versi. Versi pertama mengatakan kalau tugu ini dibangun pada tahun 1940 untuk memperingati jatuhnya pasukan tentara Jepang di Sulawesi Utara. Sedangkan versi kedua mengatakan kalau tugu ini sudah ada sejak jaman penjajahan Belanda di abad ke-19.

Lokasinya berada di Jalan Jenderal Sudirman, Manado.

Museum Negeri Sulawesi Utara

Di Museum Negeri Sulawesi Utara ini kamu bisa menyaksikan aneka koleksi sejarah dalam bidang kebudayaan, sejarah, dan pengetahuan alam. Misalnya saja pakaian tradisional Suku Sasak, Mbojo, dan Samawa, ada juga peralatan hidup yang digunakan masyarakat setempat pada jaman dulu, catatan sejarah mengenai Lombok yang dituliskan pada lembaran daun lontar, serta aneka keris yang digunakan untuk upacara adat.

Masih kurang puas? Di sini kamu juga bisa melihat perjalanan sejarah Kerajaan Bima, sejumlah benda peninggalan kerajaan seperti ikat pinggang, stempel kerajaan, dokumen sejarah, dan masih banyak lagi.

Lokasinya berada di Jalan Wr Supratman nomor 72. Harga tiketnya hanya seribu rupiah dan museum ini buka dari pukul 8:30 hingga 16:00 WITA.

Makam Tuanku Imam Bonjol

Salah satu wisata religi yang bisa kamu kunjungi di Manado adalah Makam Tuanku Imam Bonjol. Tuanku Imam Bonjol adalah salah satu pahlawan Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan. Beliau wafat pada 6 November 1864 di Minahasa.

Makamnya dibangun dalam bentuk bangunan bergaya Minang yang khas dengan atap berbentuk gonjong. Bangunannya dihiasi dengan kaligrafi ayat al-quran. Tidak jauh dari lokasi makam, ada sebuah anak tangga. Jika kamu melewatinya, maka akan terlihat sebuah mushola yang pernah digunakan beliau untuk beribadah.

Lokasinya ada di Desa Lotta, Kecamatan Pineleng, Minahasa

Monas Tondano

Namanya sama-sama Monas, namun penampilan Monas Tondano berbeda dengan Monas Jakarta. Tugu monumen ini berdiri di kawasan Tondano dengan ketinggian sekitar 15 meter. Bagian atasnya ada kerucut emas. Posisinya berada di tengah persimpangan jalan. Tugu ini dibangun sebagai simbol perjuangan rakyat melawan penjajah.

Baca Juga: Sejarah Di Balik Ikon 9 Negara

Gereja Sentrum

Gereja Sentrum atau biasa dikenal sebagai Gereja Masehi Injil ini adalah sebuah gereja tertua yang ada di Kota Manado. Usianya sudah ratusan tahun dan masih digunakan hingga saat ini untuk beribadah. Gereja yang berdiri pada tahun 1677 ini terletak sekitar 100 meter dari bekas Pasar 45 atau Bendar Manado. Posisi tepatnya ada di depan Gedung Juang 45 Manado.

Fungsi awal bangunan gereja ini tentu untuk beribadah. Namun pada masa penjajahan Jepang, gedung ini beralih fungsi menjadi markas Manado Syuu Kiri Sutokyo Kyookai yang dipimpin oleh Pdt. Hamasaki asal Jepang.

Lokasinya berada di Jalan Sarapung nomor 1, Wenang.

Klenteng Ban Hin Kiong

Sumber: Celebesnews

Bangunan bersejarah berikutnya adalah Klenteng Ban Hin Kiong yang merupakan klenteng tertua di Sulawesi Utara. Klenteng ini dibangun pada tahun 1819. Bangunannya tampak khas dengan dominasi warna merah, dekorasi berupa patung, dan sebagainya. Dekorasi yang paling menonjol adalah ornamen naga yang berada di kedua tiang di depan bangunan klenteng. Naga ini menjadi simbol kekuatan dan kebijaksanaan.

Lokasinya berada di Jalan D.I. Panjaitan, Manado

Tugu Dotu Lolong Lasut

Lolong Lasut adalah tokoh yang dipercaya sebagai penemu kota Manado yang hidup pada abad ke 16. Sosoknya religius dan disegani. Dia juga memimpin penduduk setempat untuk melawan para penjajah Portugis. Tugu Dotu Lolong Lasut ini dibangun pada tahun 1987 di tengah Taman Kesatuan Bangsa sebagai bentuk penghormatan.

Titik Nol Manado

Manado adalah salah satu kota di Indonesia yang memiliki tugu titik nol. Kehadiran tugu Titik Nol Manado ini merupakan saksi bisu dari perjalanan kota Manado yang sudah berumur setengah millennium. Tugu ini berdiri di tengah perempatan Jalan Sam Ratulangi.

Tugu ini dicat dengan warna kuning yang sudah memudar karena dimakan usia. Di bagian atasnya terdapat sebuah bola dunia yang dibuat menggunakan baja anti karat. Tiang pada tugu ini juga berfungsi sebagai penunjuk arah mata angin.

Dari kedelapan bangunan bersejarah di Manado tadi, mana yang sudah pernah kamu dengar atau kunjungi?

836

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here