Sumber: World Travel Guide

Liburan ke Nepal memang tidak begitu populer di kalangan wisatawan koper, namun cukup diincar oleh wisatawan backpacker dan pecinta alam. Tujuan utamanya adalah mendaki Puncak Himalaya yang tersohor itu. Bagi para backpacker, mereka akan berbaur dengan warga setempat dan melakukan beragam kegiatan sehari-hari.

Kedua pengalaman tersebut tentu akan sangat berkesan bagi wisatawan backpacker. Namun, sebelum bersenang-senang di Nepal, kamu perlu mempersiapkan beberapa hal agar semua kegiatan di sana lebih terkendali. Oleh karena itu, kami akan memberikan daftar hal-hal yang perlu kamu perhatikan. Disimak ya!

Membawa tisu toilet sendiri

Kebersihan adalah hal yang wajib diperhatikan di setiap perjalanan, negara apa pun yang kamu tuju. Nepal memang menyediakan fasilitas umum berupa toilet untuk para pengunjung tempat wisata, namun tidak menyediakan tisu toilet.

Untuk menjaga kebersihan, bawalah tisu toilet sendiri dari rumah. Bila perlu, bawa juga tisu basah. Sudah selesai pakai tisu, buanglah sampah pada tempatnya ya.

Merencanakan trekking

Liburan ke Nepal identik dengan trekking atau mendaki Gunung Everest dan Himalaya yang sangat terkenal di dunia. Waktu terbaik untuk melakukan pendakian ke sana adalah pada bulan Februari hingga Mei dan September hingga Oktober. Pada bulan-bulan tersebut cuacanya cukup cerah dan suhu udaranya tidak terlalu rendah sehingga kamu bisa mendaki dengan nyaman dan aman.

Internet di Nepal

Sumber: Clark Howard

Kami tahu kalau kamu tidak akan bisa hidup tanpa internet, apalagi jika kamu sudah terbiasa melakukan segala sesuatu menggunakan internet. Misalnya saja untuk mencari informasi, belanja online, memesan tiket, memesan penginapan, dan sebagainya.

Perlu kamu ketahui bahwa Nepal adalah negara kedua dengan jaringan internet terlelet di dunia setelah Libya. Kalau pun kamu menggunakan SIM card lokal untuk menggunakan paket data, siap-siap menghadapi keleletannya ya.

Untuk jaringan WiFi sebenarnya bisa ditemukan dengan mudah di sejumlah tempat umum, yang menjadi masalah adalah jaringan WiFi tersebut seringkali tidak bisa dihubungkan dengan gadget-mu.

Memilih transportasi untuk berpindah tempat

Jika kamu pergi dalam rombongan kecil dan ingin hemat, ada dua pilihan yang bisa diambil yaitu menyewa sepeda motor, menggunakan bus umum, atau tuk-tuk. Tapi, jika kamu memiliki uang lebih dan ingin cepat tiba di tempat tujuan, gunakanlah taksi.

Taksi ini mudah ditemukan di sejumlah tempat. Tarifnya tidak menggunakan argo melainkan menggunakan sistem tawar-menawar. Untuk perhitunganmu, dari kawasan Bandara KTM menuju pusat kota biasanya dikenai tarif sekitar 150 hingga 300 rupee yang setara dengan 20 ribu hingga 40 ribu rupiah. Jika kamu pergi ke luar Nepal dan jaraknya cukup jauh, silahkan membuat kesepakatan harga terlebih dahulu dengan sopir taksinya.

Baca Juga: Mengunjungi Kota Terlarang di China, Ini yang Perlu Kamu Ketahui

Perhatikan cara berpakaian selama di Nepal

Cuaca di Nepal cukup panas dan lembab, agar kamu lebih nyaman saat beraktivitas sebaiknya gunakan kaos longgar yang menyerap keringat. Kamu juga harus berpakaian sopan, terutama saat mengunjungi sejumlah kuil.

Para wanita harus menggunakan pakaian tertutup. Setidaknya menutupi bahu, dada, dan bagian atas lutut. Jika kamu tidak tahan dengan cuaca panas, sediakan saja selendang di dalam tas untuk menutupi aurat selagi berkunjung ke kuil. Sedangkan para pria wajib menggunakan celana panjang, dilarang menggunakan celana pendek meski di bawah lutut.

Perkiraan biaya hidup di Nepal

Dibandingkan dengan biaya hidup di Jakarta, biaya hidup di Nepal jelas sangat murah. Dengan demikian kamu tidak perlu khawatir akan kehabisan uang. Untuk makan siang besar, kamu cukup mengeluarkan uang 60 ribu rupiah saja. Sedangkan untuk hotel kisarannya pada 250 ribu hingga 300 ribu rupiah saja per malam.

Uang dan kartu kredit

Sumber: Continental Currency

Sebelum berangkat menuju Nepal, pastikan kamu sudah menukar uang tunai secukupnya ke dalam mata uang rupee. Sebagian besar toko di Nepal termasuk restoran, kafe, dan transportasi hanya menerima uang tunai. Kamu akan kesulitan menemukan toko dengan mesin EDC.

Memberi tip di Nepal

Pemberian tip pada saat makan di restoran, kafe, atau hotel biasanya tidak diperlukan lagi ketika pada struk pembayaran sudah tertera tambahan 10% sebagai service tax. Biasanya pemberian tip ini berlaku untuk pemandu wisata atau pemandu trekking. Pada umumnya, jumlah tip untuk para pemandu ini adalah 15% hingga 20% dari total biaya tur yang kamu ikuti.

Pembuatan visa

Bagi pemegang paspor Republik Indonesia, kamu perlu membuat visa on arrival alias VOA. Visa on arrival ini bisa kamu urus sesampainya di Bandara KTM. Nanti ada loket khusus untuk mengurus visa on arrival tersebut. Kamu hanya perlu mengisi formulir dan membayar visa tersebut. Biaya yang perlu kamu bayar adalah sekitar USD 25 per 15 hari kunjungan.

791

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here