Istirahat ketika mengemudi
Lima Tanda Pengemudi Butuh Istirahat

Sebagai pengemudi harus memperhatikan lima tanda kamu harus istirahat ketika mengemudi. Hal ini demi keselamatan kamu dan penumpang.

Jika jarak antar kota bisa ditempuh dalam waktu kurang dari 4 jam, kamu mungkin tidak akan merasa terlalu lelah. Lain cerita jika kamu harus mengemudi selama lebih dari 4 jam bahkan hingga belasan jam seperti ketika kamu harus mudik keluar kota. Rasa lelah pasti akan menguasai tubuhmu. Oleh karena itu, setidaknya pengemudi harus beristirahat setiap 4 jam sekali. Memaksakan diri mengemudi ketika sudah merasa lelah hanya akan membahayakan keselamatan diri sendiri dan penumpang lainnya.

Berikut merupakan lima tanda kamu butuh istirahat ketika mengemudi.

  1. Mulai mengantuk

Mulai Mengantuk
Mulai Mengantuk

(Sumber: Sunday Times Driving)

Tanda kelelahan yang paling jelas terlihat adalah ketika pengemudi sudah mulai menguap dan mengantuk. Mata terasa begitu berat dan sering dipejamkan meski sudah berusaha untuk membuka mata atau mengalihkan dengan berbicara kepada penumpang mobil.

Kalau sudah demikian, sebaiknya segera menepi dan tidur selama beberapa menit hingga tubuh terasa segar dan tidak mengantuk lagi. Jangan tunggu sampai tertidur tanpa disadari selagi menginjak gas. Perlu kamu ketahui, kalau sudah mengantuk parah kopi tidak akan mempan untuk mengusirnya. Cara terbaik adalah tidur sejenak.

  1. Tidak bisa berkonsentrasi dengan baik

Mengemudi adalah kegiatan yang membutuhkan konsentrasi penuh terutama ketika sedang melaju di jalan tol yang mengharuskan melaju dengan kecepatan tinggi. Pengemudi yang sudah tidak bisa berkonsentrasi dengan baik biasanya akan berbicara ngelantur, salah berbelok, bahkan salah memasukkan persneling.

Pengemudi yang sudah tidak bisa berkonsentrasi bisa membahayakan keselamatan karena berpotensi menyebabkan kecelakaan. Bukan hanya penumpang yang celaka, tapi pengendara lain bisa terkena imbasnya.

Para penumpang yang menyadari tanda kehilangan konsentrasi ini harus mengingatkan sang pengemudi untuk beristirahat sesegera mungkin. Minum air putih secukupnya agar bisa membantu meningkatkan konsentrasi.

  1. Mobil keluar jalur

Pengemudi yang sudah kelelahan biasanya tidak bisa mempertahankan mobilnya di dalam jalur. Mobil terkadang akan tampak oleng. Ini sangat membahayakan semua pengguna jalan. Oleh karena itu harus segera diingatkan untuk beristirahat, terlebih lagi jika pengendara lain sudah memberikan klakson peringatan.

Begitu juga ketika mengemudi dan menemukan mobil yang terlihat oleng atau tidak berada pada jalurnya, sebaiknya jangan berkendara terlalu dekat untuk menghindari kecelakaan. Bila memungkinkan, kamu dapat mendahului mobil tersebut.

  1. Kecepatan kendaraan tidak stabil

Tanda berikutnya jika pengemudi sudah mulai kelelahan adalah kecepatan kendaraan menjadi tidak stabil. Hal ini dikarenakan kaki sudah terlalu lelah untuk menginjak pedal gas dan kopling. Dalam keadaan jalanan lancar, biasanya pengemudi yang fit akan memacu kendaraan pada kecepatan yang stabil seperti 80 km/jam hingga 100 km/jam. Pengemudi yang sudah kelelahan akan memacu kendaraan dengan kecepatan naik turun seperti dari 40 km/jam tiba-tiba menjadi 80 km/jam kemudian menjadi 60 km/jam.

  1. Tidak menjaga jarak dengan kendaraan lain

Jarak Aman Berkendara
Jarak Aman Berkendara

(Sumber: Kompas Otomotif)

Salah satu peraturan istirahat ketika mengemudi yang paling penting adalah menjaga jarak aman antar kendaraan lainnya. Dengan adanya jarak aman, mobil depan atau belakang tidak akan tertabrak ketika kamu melakukan rem mendadak. Jarak aman ini adalah 100 meter dari kendaraan di depan atau kamu bisa berdiam selama 3 detik setelah kendaraan di depan melaju. Setelah itu barulah kamu melaju. Kamu juga bisa memanfaatkan papan penunjuk jarak aman yang biasanya ada di jalan tol luar kota.

Itulah lima tanda kamu butuh istirahat ketika mengemudi. Jangan lupa bahwa keselamatanmu dan penumpang adalah prioritas utama. Selamat berkendara 🙂

166

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here