Sumber: The Balance

Di dunia ini ada banyak menara yang tidak berdiri dengan tegak 180 derajat. Penyebab kemiringan menara tersebut ada berbagai macam, mulai dari kesalahan pembangunan, pengaruh usia hingga bencana alam yang melanda area menara tersebut.

Jika ditanya mengenai menara miring, orang-orang pasti akan langsung teringat dengan Menara Pisa di Italia. Menara Pisa ini adalah sebuah menara lonceng miliki katedral. Seharusnya menara ini berdiri tegak setinggi 55 meter. Sayangnya tidak lama setelah dibangun pada Agustus 1173, menara ini mulai miring dengan sudut 3 derajat akibat struktur tanah yang kurang berkualitas. Meski demikian, pembangunan tetap dilanjutkan dan jadilah Menara Pisa seperti yang saat ini terlihat. Menara Pisa ini bahkan diakui oleh UNESCO sebagai warisan dunia.

Menara Pisa memang terkenal sebagai menara miring, meski demikian ternyata ada banyak menara lainnya di dunia yang tidak berdiri tegak alias miring. Menara apa saja? Yuk, simak daftarnya berikut ini!

Tiger Hill Pagoda di Suzhou, China

Sumber: China Discovery

Masyarakat setempat menyebut Tiger Hill Pagoda ini sebagai Yunyan Pagoda atau Huqiu Tower. Pagoda ini pertama kali dibangun pada tahun 907 selama dinasti Wuyue dan selesai dibangun pada tahun 961 selama dinasti Song. Pagoda yang memiliki bentuk octagonal ini memiliki ketinggian 47 meter dan terdiri atas 7 lantai. Pada awalnya pagoda ini berdiri tegak, namun saat ini mulai miring akibat usianya yang sudah mencapai ribuan tahun. Kedua penyangga pagoda ini telah mengalami keretakan yang membuat pagoda menjadi miring sebesar 3 derajat.

Menara Gereja Our Dear Ladies di Bad Frankenhausen, Jerman

Bangunan gereja pada umumnya memiliki menara lonceng. Begitu juga dengan Gereja Our Dear Ladies di Jerman yang memiliki sebuah menara lonceng tua yang sudah dibangun sejak abad ke 14. Menara yang kabarnya telah melebihi kemiringan Menara Pisa ini sudah ditutup untuk masyarakat umum karena usianya yang sudah tua. Gerejanya sendiri juga sudah tidak dipergunakan lagi. Karena sudah dimakan usia dan miring, bangunan ini tentu akan membahayakan masyarakat. Menara tersebut hampir mau dirubuhkan, namun rencana tersebut ditolak oleh sejumlah pecinta sejarah di kota Bad Frankenhausen.

Menara Garisenda di Bologna, Italia

Di kota Bologna, Italia, ada dua menara yaitu Asinelli dan Garisenda. Nama kedua menara ini diambil dari nama keluarga yang mendanai pembangunan menara tersebut. Kedua menara tersebut mulai dibangun pada tahun 1109 dan selesai pada tahun 1119. Menara ini cukup terkenal di Italia, bahkan pernah disebut dalam sebuah novel terkenal Divine Comedy karya Dante. Menara Garisenda yang lebih pendek dari Menara Asinelli ini tadinya berdiri tegak setinggi 60 meter. Namun seiring bertambahnya usia, kini Menara Garisenda hanya memiliki ketinggian 48 meter saja.

Menara Gereja San Giorgio, San Martino, dan Santo Stefano di Venesia, Italia

Menara miring lainnya yang berada di Italia adalah Menara Gereja San Giorgio, San Martino, dan Santo Stefano. Kemiringan menara-menara tersebut disinyalir karena tanah di Venesia yang struktur tanahnya kurang bagus untuk bangunan-bangunan tinggi dan besar. Seperti yang kita ketahui, kota Venesia adalah kota terapung yang dikepung oleh sungai. Meski menara-menara tersebut miring, menara yang memiliki desain khas Romaneque dan Baroque ini sama sekali tidak mengurangi keindahan kota Venesia, justru membuatnya semakin unik.

Baca Juga: Mau Traveling ke Italia? 8 Hal Berikut Ini Penting untuk Diketahui

Menara Oude Kerk di Delft, Belanda

Menara Oude Kerk ini merupakan bagian dari Gereja St. Bartholomew di Delft, Belanda. Menara yang dibangun pada abad ke 14 ini menjadi miring akibat kesalahan konstruksi di mana fondasinya tidak kuat menahan beban menara dan bangunan gereja. Menara gereja yang satu ini dikabarkan memiliki sebuah lonceng seberat 9 ton yang membuat fondasi tidak cukup kuat menahan beban.

Menara Soyembika di Kazan, Rusia

Menara Soyembika sering juga disebut sebagai Khan’s Mosque. Bangunan ini sangat terkenal di Rusia. Menurut legenda, menara yang dibangun pada abad ke 16 ini mengalami kemiringan karena sang ratu Kazan saat itu lebih memilih bunuh diri daripada ditangkap kaisar Ivan The Terribel yang menyerang kota Kazan.

Albert Memorial Tower di Belfast, Irlandia Utara

Sumber: Expedia

Albert Memorial Tower yang berada di Belfast, Irlandia Utara ini merupakan sebuah menara jam yang tidak terlalu terkenal jika dibandingkan dengan Menara Big Ben di London. Menara jam yang dibangun pada tahun 1865 ini mengalami kemiringan karena tanahnya merupakan tanah bekas rawa yang melalui proses reklamasi. Kemiringan menara ini bertambah seiring berjalannya waktu. Sejumlah dekorasi di dalamnya seperti patung Pangeran Albert dan lonceng di puncak menara terpaksa dikeluarkan.

Menara Huludao di Liaonin, China

Jika menara lainnya mengalami kemiringan akibat dimakan usia atau faktor struktur tanah yang tidak berkualitas, Menara Huludao yang berada di kota Liaonin ini menjadi miring akibat diterjang gempa dan banjir. Menara yang tadinya memiliki ketinggian 10 meter ini menjadi miring 12 derajat ke arah timur laut.

428

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here