Jakarta, Tamasya – Pergi berlibur merupakan semua hak orang, termasuk ibu hamil. Namun, liburan dengan berpergian menggunakan pesawat terbang seringkali membuat ibu hamil menjadi ragu mengenai keselamatan dan kesehatan si jabang bayi. Seperti yang kita ketahui, pesawat seringkali mengalami turbulensi selama penerbangan sehingga membuat ibu hamil tidak nyaman.

Beberapa maskapai penerbangan mewajibkan ibu hamil yang ingin terbang membawa surat keterangan dari dokter kandungan yang isinya menyatakan bahwa ibu hamil dan bayinya dalam kondisi normal sehingga bisa ikut penerbangan. Lain lagi dengan anggapan yang beredar di kalangan masyarakat, bahwa ibu hamil sebaiknya tidak boleh naik pesawat agar tidak terjadi sesuatu yang tidak menyenangkan pada bayinya.

Sebenarnya, selama ibu hamil dan bayinya dalam keadaan yang fit, perjalanan menggunakan pesawat sah-sah saja. Apalagi jika sang ibu merasa senang dan tidak terbebani. Bagi kamu yang sedang hamil dan ingin bepergian menggunakan pesawat atau memiliki kerabat yang mengalami hal serupa, coba simak tipsnya berikut ini agar penerbangan lebih nyaman dan aman!

  1. Waktu terbaik ibu hamil untuk naik pesawat

Sebagian ibu hamil akan sering mengalami rasa mual atau morning sickness pada awal kehamilan. Kondisi seperti ini tentu membuat perjalanan menggunakan pesawat terasa semakin tidak nyaman. Lagi pula pada awal kehamilan, janin di dalam kandungan belum terlalu kuat. Oleh karena itu hindari terbang pada awal kehamilan hingga bulan ke-3.

Hindari juga penerbangan pada saat bulan ke-9 atau mendekati masa persalinan. Kamu tidak tahu kapan akan mengalami kontraksi. Lebih parahnya, kamu tidak mau jika harus bersalin di dalam pesawat yang sedang terbang bukan? Selain tidak nyaman dan baik untuk keselamatan ibu hamil serta si calon bayi, kamu tentu akan merepotkan banyak orang di dalam pesawat.

Waktu terbaik untuk pergi menggunakan pesawat adalah saat kehamilan bulan ke-4 hingga ke-6 di mana ibu hamil belum mengalami fase perubahan tubuh sehingga akan lebih nyaman saat duduk di dalam pesawat dan keliling tempat wisata.

  1. Periksa kandungan ke dokter sebelum berangkat

Sebelum pergi menggunakan pesawat, periksalah kesehatan kandungan ke dokter sekitar 3 hari hingga seminggu sebelumnya. Hal ini untuk memastikan jika ibu hamil beserta janin bayi sehat untuk melakukan penerbangan. Jangan lupa untuk meminta surat keterangan hasil pemeriksaan dari dokter karena sejumlah maskapai penerbangan akan meminta bukti tersebut sebelum mengijinkan ibu hamil naik ke dalam pesawat.

  1. Pilih destinasi wisata yang dekat

Saat ingin berlibur, sebisa mungkin pilihlah destinasi yang dekat dengan kota asal, baik dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, kamu tidak perlu berlama-lama di atas pesawat. Setidaknya hanya 2-3 jam saja. Beberapa destinasi luar negeri yang bisa kamu kunjungi adalah Malaysia, Singapura, atau Bangkok.

  1. Beli tiket secara mendadak

Untuk mendapatkan tiket murah, banyak orang yang membeli tiket dari jauh-jauh hari. Cara ini sebaiknya dihindari oleh ibu hamil karena kondisi kehamilan tidak bisa ditebak dari jauh hari. Jika kamu sakit saat hari keberangkatan, sayang kan tiket pesawat tersebut hangus? Sebaiknya beli tiket pesawat secara mendadak sekitar 1 minggu sebelumnya di mana kamu benar-benar yakin pada hari itu kondisi kehamilan sedang baik-baik saja.

  1. Pergi bersama orang lain

Kondisi fisik ibu hamil akan membuat perjalanan terasa berat, apalagi jika membawa banyak barang. Setidaknya mintalah ditemani 1 orang selama bepergian. Orang ini tidak harus suami, tapi bisa juga orang tua, saudara, atau teman. Selain bisa membantu menjagamu dan mencarikan pertolongan jika terjadi apa-apa, mereka juga bisa jadi teman perjalanan yang membuat liburan semakin seru.

  1. Gunakan sabuk pengaman dengan benar

Penggunaan sabuk pengaman selama penerbangan merupakan peraturan keselamatan yang wajib ditaati oleh seluruh penumpang pesawat, tidak terkecuali para ibu hamil. Jika penumpang lain mengencangkan sabuk pengamannya di bagian perut, sebaiknya ibu hamil mengencangkan sabuk pengaman di bagian bawah perut agar tidak membahayakan si calon bayi.

  1. Pemilihan tempat duduk

Ibu hamil sering merasa kebelet dan bolak-balik menuju kamar mandi. Agar tidak perlu berjalan jauh, pilihlah tempat duduk yang dekat dengan toilet. Bisa juga memilih tempat duduk di dekat lorong agar lebih mudah keluar dari tempat duduk. Bagi ibu hamil yang sudah hamil tua, sebaiknya pilih tempat duduk paling depan karena ruang geraknya lebih luas dibandingkan dengan tempat duduk di bagian lain. Pastikan untuk memilih tempat duduk tersebut selagi check-in di bandara atau via website. Jangan lupa untuk mencantumkan kebutuhan khusus dan keterangan kalau kamu sedang hamil.

Itulah beberapa tips bagi ibu hamil yang ingin melakukan perjalanan atau liburan menggunakan pesawat terbang. Semoga bermanfaat, ya!

672

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here