Sumber: burnabynow.com

Berlibur memang menyenangkan. Apalagi jika kamu sudah berkeluarga dan memiliki anak. Si anak pun akan sangat bersemangat untuk bisa segera berlibur orang tuanya. Pergi berlibur ke luar kota menggunakan mobil mungkin terdengar nyaman dan mudah. Bagaimana jika kamu berlibur bersama si kecil menggunakan pesawat? Bisa lain cerita, nih.

Berlibur menggunakan pesawat mengharuskan kalian menaati sejumlah peraturan yang ada. Dengan kehadiran si anak yang belum tahu apa-apa, perjalanan kamu bisa saja mengalami hambatan. Beberapa hambatan tersebut bisa berupa anak yang takut ketika mengalami turbulensi, mengalami sakit telinga, atau membuat keributan di dalam pesawat. Bukannya bersenang-senang, liburanmu malah bisa jadi petaka.

Oleh karena itu, kamu harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan matang agar si anak nyaman dan tidak kapok naik pesawat. Supaya tidak ada persiapan yang terlewat, silahkan simak tips mengajak anak naik pesawat berikut ini.

Konsultasi kesehatan anak dengan dokter sebelum keberangkatan

Sumber: myhealthvalet.in

Menurut dokter, tidak ada batasan usia untuk membawa bayi atau anak terbang menggunakan pesawat. Tapi, pihak maskapai penerbangan sendiri ada beberapa yang menyarankan setidaknya bayi yang akan terbang sudah berusia 3 bulan. Tidak ada salahnya untuk pergi ke dokter dan berkonsultasi mengenai kondisi kesehatan anak, apakah kondisi kesehatannya saat itu memungkinkan ia untuk bepergian menggunakan pesawat.

Gunakan jasa maskapai full service

Saat masih bepergian sendiri atau bersama pasangan, kamu pasti akan menggunakan maskapai berbiaya murah untuk menghemat pengeluaran. Toh, kamu sudah tahu bagaimana cara membuat diri sendiri nyaman dalam perjalanan tersebut. Tapi, berhubung kamu akan membawa anak pada perjalanan kali ini, sebaiknya kamu menggunakan jasa maskapai full service. Maskapai full service biasanya menyediakan ruang kaki yang lebih luas sehingga kamu lebih nyaman saat harus memangku anak selama perjalanan. Saat check in, kamu sebaiknya minta tempat duduk paling depan. Agak mahal sedikit, tapi semua sebanding dengan kenyamanan yang didapatkan.

Bawalah alat pereda nyeri telinga

Beberapa orang dewasa akan merasa telinganya sakit akibat tekanan udara yang berbeda saat berada di dalam kabin pesawat. Begitu juga dengan anak kecil yang sebagian besar akan merasakan sakit tersebut. Jika orang dewasa bisa memahami rasa sakit tersebut, tidak demikian bagi anak-anak. Mereka akan kebingungan dan kesakitan hingga akhirnya mereka rewel bahkan menangis. Hal ini tentu akan membuat anak dan penumpang lainnya merasa tidak nyaman. Sebagai bentuk antisipasi rasa sakit yang mungkin timbul, bawalah penutup telinga berbulu dalam bentuk headphone. Jika kamu membawa bayi yang belum bisa menggunakan penutup telinga ini, kamu bisa memberikan ia susu. Saat ia menelan susu, secara tidak langsung bisa mengurangi rasa sakit di telinga.

Jika menempuh perjalanan jauh, mintalah bassinet

Sumber: whynotwithkids.com

Dunia penerbangan memiliki istilah bassinet. Bassinet adalah sebuah keranjang tidur bayi yang bisa dilipat dan ditempelkan di dinding depan bangku penumpang. Fasilitas bassinet ini biasanya disediakan pada pesawat dengan waktu penerbangan yang lama sekitar 5-12 jam. Supaya bisa menggunakannya, kamu harus meminta kepada pihak maskapai dari jauh-jauh hari karena jumlah bassinet terbatas untuk masing-masing penerbangan.

Untuk menggunakan bassinet ini kamu harus duduk di barisan paling depan yang memiliki ruang kaki luas. Kamu juga perlu menimbang berat badan si anak terlebih dahulu karena bassinet ini hanya bisa digunakan oleh anak berusia maksimal 2 tahun dengan berat kurang dari 13 kg. Kalau kamu nekat menggunakan bassinet ini untuk anak yang berat badannya lebih dari 13 kg, bisa-bisa anak malah celaka karena bassinet tidak bisa menahan bebannya.

Bawa makanan dan mainan favorit anak

Perjalanan yang panjang dan ruang gerak terbatas di dalam pesawat akan membuat si anak merasa bosan dan rewel. Untuk mengantisipasi hal tersebut, bawalah makanan dan mainan favorit si anak. Jika sudah sibuk dengan mainan favoritnya, dijamin si anak akan fokus dan tidak rewel. Kamu bisa juga menyiapkan beberapa film favorit si anak ke dalam ponsel atau tablet terlebih dahulu, supaya bisa ditonton saat perjalanan.

Untuk makanan si anak, kamu harus memperhatikan sifat makanan tersebut. Pilihlah makanan yang tidak menyebabkan perut si anak kembung. Jumlah makanan yang dikonsumsi anak juga harus diperhatikan. Jika anak terlalu banyak makan di dalam pesawat, bisa-bisa ia mudah merasa mual dan muntah.

Ganti popok sebelum masuk pesawat

Jika kamu membawa anak yang masih menggunakan popok selama perjalanan, kamu harus mengganti popok mereka sebelum masuk ke dalam pesawat sekalipun popok mereka masih bisa menampung kotoran. Popok yang bersih akan membuat mereka lebih nyaman dan menghindari rewel selama di pesawat. Perubahan tekanan udara selama penerbangan juga bisa membuat mereka buang air kecil lebih banyak. Dengan popok bersih, kamu tidak perlu repot mengganti popok mereka di dalam pesawat.

Anak nyaman, orang tua pun tenang. Selamat berlibur!

850

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here