Sumber: Wakatobi Tourism

Wakatobi alias kawasan Pulau Wangi-wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko berada di sebelah tenggara Pulau Sulawesi. Wakatobi ini cukup terkenal di kalangan wisatawan dalam negeri dan mancanegara berkat keindahan terumbu karangnya.

Kawasan Wakatobi ini adalah destinasi wisata sempurna untuk kamu yang ingin menikmati pulau tropis. Jauh dari modernitas, kamu bisa puas bersenang-senang ditemani deburan ombak, matahari, bintang, pepohonan, terumbu karang, dan aneka satwa laut.

Kegiatan utama yang bisa kamu lakukan di sini tentu saja berenang, snorkeling, dan menyelam. Namun, apakah ada kegiatan lain selain tiga kegiatan tersebut? Tentu ada. Yuk, simak daftarnya berikut ini!

Menyaksikan ratusan lumba-lumba di Sunrise & Dolphin Watching, Wangi-wangi

Sumber: Lakes Mail

Bali punya kawasan sendiri untuk melihat kelompok lumba-lumba yang sedang berenang bebas, yaitu di Pantai Lovina. Sedangkan di Wakatobi kamu bisa berkunjung ke Laut Banda dekat Tanjung Kapota. Di sana ada ratusan lumba-lumba yang berenang bebas ke sana ke mari. Dijamin ini pertama kalinya kamu menyaksikan lumba-lumba dalam jumlah banyak sekaligus.

Waktu yang tepat untuk menyaksikan lumba-lumba ini adalah pada saat matahari terbit. Langit berwarna kekuningan sebagai latar belakang pemandangan lumba-lumba yang menyapa pengunjung di permukaan laut. Lumba-lumba di sini tidak takut untuk mendekati kapal, jika beruntung mungkin kamu bisa menyentuh mereka.

Menikmati gugus bintang yang memukau di Desa Kulati, Tomia

Menikmati bintang di perkotaan dan di alam bebas akan memberikan pengalaman yang berbeda meski kamu berada di bawah langit yang sama. Pada siang hari pemandangan di Desa Kulati hampir sama dengan desa lainnya. Laut lepas, pasir putih, dan tebing-tebing berpadu jadi satu lukisan cantik.

Pada malam hari, semua aliran listrik di desa ini dimatikan total sehingga tidak ada cahaya yang berpendar selain bintang-bintang di langit. Pemandangannya sangat memukau dan fantastis, bagaikan tengah berada di Islandia. Karena tidak ada polusi cahaya, kamu bisa menyaksikan gugus bintang dengan jelas tanpa bantuan teropong.

Berkunjung ke wilayah Suku Bajo di Bajo Sempela, Kaledupa

Bajo Sempela di Kaledupa merupakan kawasan pemukiman Suku Bajo. Jumlah warga yang tinggal di sini kira-kira ada 3.000 warga. Rumah-rumah mereka dibangun di atas laut menggunakan material kayu. Desa ini berjarak sekitar 3 km dari Pulau Kaledupa.

Suku Bajo sudah terbiasa melaut sejak dulu, tidak heran kalau mereka sanggup menyelam tanpa alat bantu hingga kedalaman 20 meter selama 5 menit. Begitu juga dengan anak-anak Suku Bajo yang sudah terbiasa menceburkan diri ke laut. Suku Bajo menangkap ikan dengan cara menombak bukan memancing. Hebat ya!

Mencicipi makanan khas Wakatobi

Berkunjung ke sebuah daerah baru berarti kamu tidak bisa melewatkan acara cicip-mencicipi makanan khas setempat. Beberapa makanan yang perlu dicoba adalah Kasuami yang terbuat dari ampas parutan singkong, Parende yang merupakan sup ikan dengan kuah pedas, Karasi yang menyerupai tortilla dengan bahan dasar singkong. Terakhir dan yang paling unik adalah hidangan dari babi laut yang penuh duri namun rasanya sangat gurih dan nikmat.

Mengikuti pawai dan festival setempat

Dengan mengikuti pawai dan festival, kamu bisa memahami kebudayaan setempat. Festival tahunan yang cukup meriah di Wakatobi adalah Karia’a yang diadakan setelah bulan Ramadhan. Anak-anak dan remaja akan menggunakan beragam pakaian tradisional. Kemudian mereka akan berjalan menyusuri jalan menuju alun-alun. Di malam hari, para gadis akan menampilkan tarian Lariangi selama berjam-jam diiringi dengan syair.

Selain Karia’a ada juga festival lainnya seperti upacara adat, permainan rakyat, Wakatobi WAVE, hingga Festival Pulau Tomia.

Baca Juga: Ingin Menikmati Festival Songkran? Simak Dulu Tipsnya!

Berenang di kolam Goa Kontamale, Wangi-wangi

Sumber: Flickr

Berenang di pantai atau laut sudah biasa. Bagaimana jika berenang di kolam alami yang ada di dalam Goa Kontamale? Rasanya bagaikan sedang berenang di kolam renang indoor dengan hiasan stalagmit.

Air yang mengisi kola mini dipercaya berasal dari laut yang terhubung dengan goa ini. Airnya begitu bersih dan jernih. Saat terkena paparan sinar matahari, air ini akan memantulkan warna biru dan cahaya yang membuatnya berkilau bak permata. Begitu tiba di sini, dijamin kamu tidak tahan untuk tidak segera menceburkan diri!

Berkunjung ke kolam milik udang merah darah, Danau Sombano di Kaledupa

Pulau Kaledupa memiliki banyak danau air laut, salah satunya adalah Danau Sombano yang dikelilingi oleh hutan bakau, daun pandan hutan, dan berbagai jenis anggrek liar. Airnya sangat jernih hingga kamu bisa melihat bagian dasar danau yang dihuni oleh udang berwarna merah darah.

Di kalangan masyarakat setempat, ada kepercayaan bahwa danau ini dihuni oleh buaya hitam besar yang senang memakan udang-udang merah tersebut. Masyarakat setempat tidak berani untuk berenang di danau ini. Kalau kamu?

Nantikan lanjutannya di artikel bagian kedua ya!

302

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here