Sumber: Hipwee

Untuk mendapatkan pengambilan gambar yang bagus bagi sebuah film, ada beberapa hal yang sangat berperan. Misalnya saja pemilihan artis, alur cerita, soundtrack, tata busana, dan pemilihan lokasi syuting. Pemilihan lokasi ini terkadang tidak hanya mensukseskan film tersebut, tapi juga meningkatkan popularitas lokasi tersebut.

Ada beberapa film karya anak bangsa berhasil meningkatkan popularitas tempat wisata seperti Laskar Pelangi, 5 cm, Pasir Berbisik, dan Denias, Senandung di Atas Awan. Film-film tersebut disyuting di berbagai tempat wisata alam yang tersebar di seluruh Indonesia. Berbeda dengan film lainnya yang menonjolkan wisata alam, film Ada Apa Dengan Cinta 2 (AADC2) justru berhasil meningkatkan popularitas sebuah tempat wisata lama yang sempat lama tidak terdengar di telinga masyarakat.

Tempat wisata yang dimaksud adalah Gereja Ayam. Dalam filmnya, Rangga mengajak Cinta untuk mengunjungi sebuah tempat asing. Di atas bangunan Gereja Ayam inilah mereka menikmati udara segar dan menikmati pemandangan sekitar. Adegan romantis ini spontan membuat para penonton AADC 2 mulai mengorek info tentang Gereja Ayam.

Asal-usul Gereja Ayam

Gereja Ayam atau biasa juga disebut sebagai Rumah Doa Bukit Rhema ini memiliki nuansa yang eksotis, misterius, dan indah. Bangunan ini dibangun oleh seorang pengusaha bernama Daniel Alamsyah pada tahun 1990-an. Pembangunan Gereja Ayam ini sempat terhenti pada tahun 2000 karena kurangnya dana. Hingga saat ini pun pembangunannya belum selesai dengan benar karena masih dilakukan pemugaran di beberapa area supaya tidak membahayakan para wisatawan yang berkunjung.

Bentuk Gereja Ayam

Meski namanya Gereja Ayam, sebenarnya bangunan ini dibuat dengan bentuk burung merpati. Bahkan warga setempat menganggapnya sebagai bentuk angsa yang sedang mengerami telur.

Fungsi bangunan pada awalnya

Begitu juga dengan fungsi bangunannya. Meski namanya gereja, ternyata bangunan ini dibangun sebagai tempat beribadah semua kalangan tanpa peduli apa pun agama mereka.

Selain sempat menjadi tempat ibadah berbagai umat, Gereja Ayam ini sempat menjadi pusat rehabilitasi  sejumlah anak cacat, pecandu narkoba, dan warga yang kejiwaannya terganggu. Hingga saat ini, masih belum diketahui jelas asal-usul nama Gereja Ayam. Kemungkinan besar karena pemilik bangunan ini beragama Kristen, sehingga warga sekitar mengiranya sebagai gereja.

Setelah menjadi lokasi syuting AADC 2, inilah yang dialami Gereja Ayam

Sebelum menjadi lokasi syuting AADC 2, Gereja Ayam ini sepi pengunjung dan tampak tidak terurus. Setelah menjadi lokasi syuting AADC 2 dan ramai diberitakan di berbagai media sosial, kehadiran Gereja Ayam ini menjadi perhatian masyarakat. Mereka mulai mencari tahu lokasi Gereja Ayam ini. Meski berada di tengah hutan, Gereja Ayam ini mudah ditemui karena tidak jauh dari Candi Borobudur di Magelang.

Berdasarkan info dari penjaga Gereja Ayam, setelah ramai diberitakan, jumlah pengunjung meningkat drastis. Dari hanya 100 orang pada akhir pekan menjadi 500 hingga 600 orang pada akhir pekan. Para wisatawan ini tampaknya ingin mengalami perasaan dan suasana yang ditampilkan pada film AADC 2. Bagian jambul Gereja Ayam ini bisa dinaiki dan para wisatawan bisa berfoto dengan latar belakang pepohonan lebat. Meski kotor karena aksi vandalism pengunjung yang tidak bertanggung jawab, hal ini tidak mengurangi antusiasme para wisatawan.

Arsitektur Gereja Ayam

Secara umum, bangunan Gereja Ayam terbagi menjadi 3 bagian, yaitu bagian kepala, bagian badan, dan bagian ekor. Bagian yang menjadi spot utama wisatawan adalah bagian kepala. Untuk sampai ke bagian kepala, pengunjung harus melewati tangga kecil. Sepanjang perjalanan, pengunjung bisa melihat mural yang menghiasi dinding. Di bagian paruh, pengunjung bisa menikmati pemandangan alam dari ketinggian. Jika belum puas dan masih sanggup untuk menaiki tangga, pergilah ke bagian mahkota Gereja Ayam. Di sana kamu bisa melihat pemandangan yang sangat cantik seperti bagian ekor bangunan ini, Pegunungan Menoreh, hamparan sawah, Gunung Merapi, serta Candi Borobudur.

Sumber: Pejalan Santai

Bagian badan Gereja Ayam merupakan sebuah aula besar kosong. Tadinya keadaan bagian badan ini sangat tidak terurus dan kosong. Namun setelah ramai dikunjungi wisatawan, pihak pengelola perlahan mulai meletakkan beberapa kursi untuk wisatawan beristirahat dan membersihkan kotoran di sana.

Jika ingin berkunjung ke Gereja Ayam, kamu harus mengeluarkan uang sejumlah 10 ribu rupiah untuk tiket masuk. Uang yang terkumpul ini digunakan pemilik bangunan untuk melanjutkan proses pembangunan dan perawatan bangunan. Tempat wisata ini dibuka setiap hari Senin hingga Jumat pada pukul 06:00 – 17:00 WIB dan Sabtu hingga Minggu pada pukul 05:00 – 17:00 WIB.

Selain berdampak baik bagi Gereja Ayam, film AADC 2 juga berhasil memperbaiki pendapatan warga sekitar. Para warga kini terlihat ramai berjualan makanan minuman serta membuka lahan parkir untuk kendaraan para pengunjung.

Dibandingkan dengan kondisi saat dulu terbengkalai, kini Gereja Ayam sudah jauh lebih baik. Dinding mulai dicat kembali, lukisan digantungkan di sepanjang dinding, bagian depan bangunan pun kini memiliki patung-patung cantik. Tidak heran, selain menjadi objek wisata, bangunan ini juga diincar sebagai tempat pemotretan pre-wedding.

511

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here