Sumber: businessinsider.com

Satu hal yang tak boleh dilewatkan saat traveling selain mengunjungi landmark suatu tempat dan mengeksplorasi adalah mencicipi kuliner khas di destinasi perjalanan Anda tersebut. Saat traveling di mana pun itu baik domestik atupun internasional, satu agenda yang tak pernah terlewatkan adalah wisata kuliner. Mencicipi hidangan khas di suatu tempat tersebut seolah menjadi keharusan yang selalu ada dalam daftar traveling banyak orang.

Padahal mungkin hidangan di destinasi traveling ini bisa ditemukan dengan mudah di sekitar Anda. Sebagai contoh, saat jalan-jalan ke Madura maka wajib untuk mencicipi hidangan satenya. Padahal yang namanya sate Madura itu bisa dengan mudah kita jumpai di berbagai pelosok tanah air. Atau ketika sedang traveling ke Italia, maka rasanya ada yang kurang jika kita tak mencicipi pizza di sana. Padahal di Indonesia sendiri, ada banyak restoran yang menyediakan pizza baik yang harganya murah meriah hingga pizza premium berharga mahal. Namun semua kuliner tersebut tidak akan sama rasanya jika Anda mencicipi langsung di tempat asalnya. Rasa yang authentic, asli dan khas hanya bisa Anda temukan di tempat kuliner tersebut berasal. Tak heran jika yang namanya kuliner, selalu jadi hal yang tak boleh dilewatkan ketika Anda traveling di manapun juga.

Mencicipi kuliner khas di suatu tempat tak melulu harus masuk ke restoran yang mewah dan mahal. Banyak warung atau pedagang kaki lima yang bisa dituju untuk Anda traveler berkantong cekak, untuk menikmati kuliner khas tertentu. Apalagi saat ini sedang trend yang namanya street food. Street food atau jajanan pinggir jalan kini tengah jadi primadona di kalangan wisatawan atau traveler yang mengunjungi suatu tempat atau negara tertentu. Ada banyak alasan mengapa orang lebih senang untuk menyantap makanan dengan konsep street food ini. Selain karena harganya yang terbilang mudah, variasi menunya pun beragam dan jumlahnya banyak sekali. Bahkan tak jarang Anda bisa melihat penjual mengolah langsung hidangan yang Anda pesan tersebut. Bagi traveller dengan anggaran pas-pasan, mencicipi kuliner khas suatu tempat di street food atau jajanan kaki lima ini adalah aktivitas yang tak boleh ketinggalan.

Meskipun begitu, street food juga jadi tempat yang rawan bagi penyebaran penyakit. Posisinya yang di tempat terbuka dan tak jarang di pinggir jalan, berpotensi jadi tempat kuman dan bakteri berkembang biak dan bukan tak mungkin hinggap di makanan yang Anda santap. Belum lagi jika vendor penjual street food ini tidak menjaga kebersihan. Namun bukan berarti Anda harus melewatkan street food ini agar tetap sehat dan bugar selama traveling. Ada kok tips dan trik aman menimmati street food atau hidangan pinggir jalan seperti:

Perhatikan lingkungan sekitar pedagang

Saat sedang berada di sekitar spot pedagang pinggir jalan berkumpul, tak jarang kita menjadi lupa diri melihat banyaknya hidangan yang ditawarkan. Apalagi jika kita telah mencium aroma lezat dari makanan-makanan yang dijajakan ini. Namun sebelum memutuskan untuk menyantap hidangan tertentu, ada baiknya untuk memperhatikan lokasi sekitar penjual itu berada. Jangan terburu-buru untuk langsung memesan makanan, karena Anda tergoda warna dan aroma makanan yang ditawarkan.

Jika penjual street food ini jorok dan buang sampah sembarangan, ada baiknya Anda melewatinya dan menemukan penjual lain yang serupa. Satu lagi trik yang bisa Anda coba adalah dengan memperhatikan di mana penduduk lokal biasanya menyantap makanan pingir jalan ini. Beda dengan traveller atau pendatang, penduduk lokal tak akan mau dua kali menyantap hidangan yang tidak enak atau kurang terjaga kebersihannya. Jika di suatu pedagang jajan pinggir jalan ini ramai dikerubuti oleh penduduk lokal, kemungkinan tempat tersebut bersih dan juga terjamin kelezatanya.

Pilihlah penjual yang antriannya panjang

Sumber: flickr.com

Satu hal yang paling menyebalkan adalah mengantri panjang. Namun ternyata mengantri panjang punya banyak manfaat jika Anda tidak tahu musti menyantap apa, ketika mengunjungi tempat di mana pedagang pinggir jalan berkumpul. Antrian panjang menunjukkan bahwa pedagang menyediakan makanan yang lezat dan kemungkinan besar terjaga kebersihannya.

Penduduk lokal tentu tahu di mana penjual yang bersih dan juga menjual hidangan lezat. Ikutlah mengantri bersama mereka untuk mendapat surprise atau kejutan hidangan yang akan Anda santap. Namun sebaiknya siap-siap sebab kadang penduduk lokal punya selera unik yang akan membuat Anda terbelalak. Jadi tak ada salahnya sambil menunggu, Anda mengobrol dengan penduduk lokal apa hidangan yang sedang mereka tunggu ini.

Perhatikan peralatan masak dan makan yang digunakan

Kebersihan suatu vendor street food juga terlihat dari alat masak dan juga alat makan yang mereka gunakan. Kini memang banyak pedangan kaki lima yang menghidangkan makanan di wadah mika, kertas atau styrofoam agar pedagang tak terlalu repot mencuci piring. Meskipun begitu Anda tetap bisa melihat dari peralatan masak yang mereka gunakan. Wajan yang masih memiliki sisa-sisa bumbu yang kurang bersih, sendok, dan garpu yang terasa berminyak juga sebaiknya Anda hindari untuk memesan makanan disana. Oh ya ada baiknya Anda membeli jajanan kaki lima yang dihidangkan dalam wadah kertas atau mika, alih-alih dengan styrofoam atau plastik. Styrofoam akan menjadi limbah yang sulit terurai, sedangkan plastik sangat tidak dianjurkan jika digunakan untuk membungkus makanan yang masih panas.

Rebusan dan kukusan lebih baik dari gorengan

Salah satu hidangan yang paling sering kita jumpai di spot kuliner atau street food adalah gorengan. Bahkan tak hanya di Indonesia, pedagang makanan gorengan dengan mudah Anda temui di berbagai negara di dunia ini. Namun sayangnya gorengan memang mmeiliki efek yang tidak baik untuk kesehatan, apalagi jika dikonsumsi dalam jumlah besar. Apalagi jika digoreng dalam minyak yang warnanya sudah menghitam dan pekat.

Anda sebaiknya menghindari pedagang gorengan dengan minyak yang seperti itu. Jika ingin makan gorengan, carilah vendor yang menggoreng dengan minyak yang masih jernih dan juga bersih. Namun demi kesehatan Anda sendiri selama traveling, ada baiknya untuk lebih memilih makanan dengan konsep direbus dan dikukus. Makanan ini selain sehat dan lezat, juga tak akan membuat Anda mengalami kenaikan berat badan. Ga lucu kan saat pulang baju lama Anda di rumah tak muat lagi, karena asyik menyantap gorengan saat traveling?

Makanan yang dibungkus itu lebih baik

Terkadang untuk memancing pembeli, pedagang akan menggelar begitu saja makanan yang mereka jual tanpa bungkus atau tutup. Namun makanan yang tidak memiliki kemasan akan rawan terjangkit kuman dan bakteri dibandingkan dengan yang terbungkus rapat. Misalnya arem-arem yang terbungkus rapat daun pisang lebih sehat daripada onde-onde yang dibiarkan begitu saja. Apalagi jika spot street food yang Anda kunjungi ini berada di pinggir jalan. Agar lebih aman, sebaliknya pilih saja makanan yang terbungkus rapat atau masih berada dalam kemasan.

Waspada dengan es batu

Sumber: youtube.com

Capek menjelajah, maka yang paling nikmat adalah meneguk segelas es teh manis sambil icip-icip makanan yang ada di sekitar destinasi traveling Anda. Namun waspadalah dengan es batu yang dimasukkan ke dalam minuman Anda. Es batu berpeluang cukup besar untuk menjadi biang penyebaran penyakit seperti tipus, hepatitis, dan juga kolera. Ini karena ada es batu yang dibuat dari air mentah tercemar dan tak terjamin kebersihannya. Ada dua trik untuk mengetahui apakah es batu dalam minuman Anda ini sehat atau tidak.

Pertama jika es batu tersebut berbentuk seperti tabung dan memiliki lubang tengahnya, maka ia terbuat dari kristal es yang berasal dari air masak. Es jenis ini aman dikonsumsi. Selain itu, es batu dari air matang memiliki tekstur lebih bening seperti kristal dibandingkan dengan es yang terbuat dari air mentah. Es batu air mentah punya warna putih yang lebih pekat mirip susu yang membeku, lantaran banyaknya gas dan oksigen yang terperangkap di dalamnya. Karena itu sekarang lebih berhati-hatilah untuk mengkonsumsi es batu, apalagi jika Anda traveling di suatu tempat yang rawan akan kasus pencemaran airnya.

Cuci tangan sebelum makan

Ada kalanya penyakit itu datang bukan karena makanan yang Anda konsumsi selama traveling, tapi karena kecerobohan Anda sendiri. Salah satunya yang mungkin sekali dilakukan oleh traveller adalah lupa cuci tangan sebelum makan. Beranggapan makanan sudah cukup bersih jika Anda menyantap menggunakan sumpit atau sendok adalah salah besar. Baik makan dengan tangan atau menggunakan alat, ada baiknya untuk cuci tangan terlebih dahulu dengan menggunakan sabun. Tidak ada tempat cuci tangan? Karena itulah sangat dianjurkan untuk membawa hand sanitizer ke mana pun Anda bepergian. Meskipun tak seefektif mencuci tangan dengan sabun sebelum makan, namun penggunaan hand sanitizer ini paling tidak akan menghambat perkembangan kuman ketika Anda sedang makan.

Awas alergi

Anda punya alergi tertentu terhadap suatu makanan? Jika iya berhati-hatilah saat mencicipi street food ketika traveling ini. Bukan tak mungkin pedagang mencampurkan segala bahan makanan dalam hidangan yang mereka sajikan. Karena itulah tak ada salahnya bagi Anda untuk menanyakan bahan makanan yang dijual. Jika Anda alergi pada seafood, maka jauhi makanan sejenis fishcake atau otak-otak yang terbuat dari ikan laut. Atau bagi yang alergi kacang, ada baiknya menghindari makanan dengan kuah sambal kacang yang mungkin bisa memicu alergi Anda.

Bawa obat

Sebelum traveling, sangat dianjurkan bagi Anda untuk memeriksakan kesehatan terlebih dahulu. Selain untuk memastikan kondisi Anda layak dan fit untuk traveling, dokter juga akan memberikan obat yang bisa Anda konsumsi selama traveling. Obat-obatan inilah yang bisa bermanfaat untuk diminum ketika Anda merasa kesehatan menjadi menurun setelah mencicipi makanan di suatu tempat tertentu. Apalagi bagi Anda dengan lambung yang super sensitif terhadap pedas atau rempah, obat-obatan tersebut wajib dibawa saat traveling. Namun jika Anda tak sempat membawa obat namun terlanjur jatuh sakit, tak ada hal lain yang bisa Anda lakukan selain mendatangi dokter untuk mendapat penanganan medis lebih lanjut lagi. Setelah itu, maka batasi dulu petualangan kuliner Anda mencicipi aneka kuliner di destinasi traveling ini.

239

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here