Sumber: Japan Guide

Selagi mempersiapkan liburan, biasanya kamu akan membuat itinerary untuk menyusun waktu, memperkirakan perjalanan antar tempat wisata, dan menghitung dana yang perlu dipersiapkan. Apa saja yang ada di dalam itinerary tersebut? Biasanya itinerary ini mencakup daftar tempat wisata yang akan dikunjungi, daftar tempat belanja, kegiatan yang perlu dilakukan, hingga daftar tempat makan yang ada di sekitar tempat tujuan.

Daftar tempat makan mungkin tidak akan begitu berarti bagi sebagian wisatawan karena mereka lebih suka melihat keadaan setempat, baru bisa memilih mana yang sesuai dengan selera mereka pada saat itu. Namun bagi para wisatawan muslim, memiliki daftar tempat makan yang halal tentu wajib dimiliki. Selain wajib memiliki daftar tempat makan, kamu wisatawan muslim juga perlu mengetahui cara memastikan kehalalan suatu makanan. Hal ini akan bermanfaat ketika kamu tidak menemukan tempat makan yang sudah ditentukan .

Kali ini, kami akan membagikan 6 cara untuk memastikan makanan halal di Jepang. Simak, ya!

Melihat logo halal yang ada di tempat makan

Sumber: Have Halal, Will Halal

Meski tidak menggunakan daging babi sebagai bahan utama makanannya, belum tentu makanan  yang dihidangkan tersebut halal karena bisa saja mengandung alkohol atau menggunakan peralatan masak yang dicampur untuk memasak daging babi.

Saat ini pemerintahan Jepang tengah giat menjadikan dirinya sebagai destinasi wisata ramah wisatawan muslim. Beberapa tempat makan atau restoran pun mulai menyematkan logo halal. Nah agar lebih yakin, cari saja tempat makan di sekitar lokasimu pada saat itu yang memiliki logo halal pada bagian papan nama atau buku menu.

Mencari rekomendasi tempat makan halal sebelum berangkat

Mencari rekomendasi tempat makan yang halal sebelum kamu berangkat liburan ini cukup penting. Jangan malas mencari rekomendasi tempat makan halal. Meski kamu belum tentu akan berkunjung ke semua tempat makan tersebut karena jadwal perjalanan yang padat, tetap saja tidak ada salahnya untuk mencatat bukan? Siapa tahu kamu membutuhkannya di sana. Catatlah alamat dan cara menuju ke tempat tersebut dengan detail.

Memastikan makanan atau minuman yang kamu beli bebas alkohol

Selain babi, alkohol juga termasuk benda non halal. Makanan dan minuman di Jepang biasanya dibuat menggunakan campuran alkohol juga, misalnya saja sake. Karena sudah berupa campuran bumbu masak, terkadang kamu tidak akan menyadari kalau makanan tersebut tidak halal. Oleh karena itu, kamu bisa mencari tahu lewat internet seperti makanan khas Jepang apa saja yang menggunakan alkohol sebagai bumbu masaknya.

Bagaimana untuk makanan dan minuman dalam kemasan? Makanan seperti cokelat terkadang mengandung alkohol juga. Beberapa minuman ringan juga ada yang mengandung alkohol. Oleh karena itu, kamu perlu membaca daftar kandungan pada makanan atau minuman kemasan tersebut.

Tidak perlu repot-repot belajar bahasa Jepang, karena kamu hanya perlu menghafalkan beberapa tulisan kanji atau katakana. 酒 berarti sake, sedangkan アルコール berarti alkohol. Catat saja kedua tulisan tersebut dalam kertas kecil atau foto di handphone sehingga kamu bisa membacanya ketika sedang berbelanja nanti.

Pastikan makanan atau minuman tidak mengandung babi

Terpaksa makan di sembarang tempat karena tidak sempat mengunjungi tempat makan halal yang sudah dicatat sebelumnya? Jangan khawatir, karena kamu bisa menanyakan kandungan makanan kepada pelayan tempat makan tersebut. Kamu bisa menanyakannya dalam bahasa Inggris atau dalam bahasa Jepang “butaniku” yang artinya daging babi.

Untuk makanan dan minuman dalam kemasan, pastikan kamu mencatat kanji berikut ini 豚 yang berarti babi dan 豚肉 yang berarti daging babi. Beberapa makanan tidak berdaging seperti snack, makanan manis, dan mie instan biasanya menggunakan bahan masak yang dibuat dari lemak babi. Jadi, jangan lupa untuk selalu mengecek kandungan bahan dalam makanan dan minuman kemasan sebelum membeli dan menyantapnya ya!

Tidak mengonsumsi makanan yang mengandung mirin

Sumber: Cooking with Yoshiko

Terakhir namun tidak kalah penting, ketika kamu mau menyantap makanan khas Jepang, berhati-hatilah dengan kandungan mirin. Mirin ini adalah bumbu cair khas Jepang. Warnanya agak kuning dan berbentuk cairan. Bumbu yang memiliki rasa manis ini biasanya digunakan untuk membuat saus pelengkap makanan.

Mirin ini mengandung alkohol yang cukup tinggi, yakni 14%. Tidak hanya pada makanan pada restoran, mirin ini bisa juga terkandung dalam makanan dalam kemasan.

Melihat penjual makanan tersebut

Selain melihat kandungan makanan, kamu juga bisa menilai halal atau tidaknya makanan dari penjualnya. Di Jepang ada restoran atau kedai makan yang dimiliki oleh orang muslim juga, misalnya saja untuk kedai makanan khas Turki atau bahkan Indonesia. Kalau penjualnya muslim, mereka pun tidak akan menggunakan bahan non halal untuk makanannya.

Itulah 6 tips untuk memastikan makanan halal di Jepang. Sekali lagi, pastikan untuk teliti membaca kandungan makanan dan minuman sebelum menyantapnya ya!

1193

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here