Sumber: Lonely Planet

Liburan ke luar negeri memang menyenangkan. Kamu bisa menikmati tempat wisata yang tidak ada di dalam negeri serta mengenal kebudayaan dari masyarakat setempat. Meski demikian, liburan ke luar negeri bisa menimbulkan sejumlah masalah. Misalnya saja kendala bahasa karena masyarakat setempat tidak banyak yang bisa bahasa Inggris hingga urusan mencari makan untuk wisatawan muslim.

Jepang adalah negara yang mayoritas penduduknya menganut agama Budha. Makanan di Jepang kebanyakkan mengandung babi yang haram bagi penganut agama Islam. Oleh karena itu, ada beberapa wisatawan muslim yang ragu untuk berkunjung ke Jepang karena urusan makanan serta sulitnya mencari masjid untuk beribadah.

Sebenarnya jika kamu rajin menggali informasi, wisatawan muslim pun bisa bebas mengeksplorasi keindahan Jepang dan tetap bisa menunaikan kewajibannya sebagai seorang muslim. Tidak percaya? Simak saja panduannya berikut ini!

Menemukan makanan halal di Jepang

Sumber: Miraj News Agency

Beberapa orang ada yang menganggap makanan dengan menu ayam, sapi, atau seafood sudah pasti halal. Namun bagi kamu yang sangat ketat dengan aturan makanan halal, harus mengetahui bahwa peralatan makan yang digunakan bisa saja tercampur dengan peralatan makan non halal. Daripada ragu, kamu bisa menggunakan tisu basah untuk melap peralatan makan tersebut terlebih dahulu.

Jika ingin makan dengan tenang di restoran yang benar-benar berlabel halal, kamu bisa menemukannya di Tokyo, Osaka, Sapporo, dan Bandara Tokyo Narita. Beberapa hotel besar juga menyediakan menu halal untuk para wisatawan muslim. Kamu juga bisa mengisi perut di restoran-restoran Mesir, Indonesia, Iran, Malaysia, Turki, serta Maroko.

Bagaimana jika berada di kota kecil atau pedesaan? Untuk mengatasi masalah ini, ada baiknya kalau kamu membeli bahan dan memasaknya sendiri.

Menemukan masjid dan mushola

Sebagai seorang muslim, kamu wajib melakukan sholat lima waktu. Ketika sedang berada di hotel, kamu bisa dengan mudah melakukan sholat di kamar. Namun pada saat di luar hotel, kamu harus mencari masjid atau mushola.

Untuk fasilitas tempat ibadah yang satu ini, sebenarnya kamu bisa menemukannya di tempat publik seperti bandara. Di Bandara Narita, Haneda, dan Kansai sendiri fasilitas tempat ibadah ini cukup lengkap dengan kamar mandi untuk wudhu, mukena, sarung, sajadah, dan Al-Quran. Sedangkan untuk masjid, kamu bisa menemukannya di kota besar seperti Tokyo. Di antaranya ada Masjid Kobe dan Masjid Camii.

Mencari tahu arah kiblat untuk sholat

Jika kamar-kamar hotel di Indonesia memiliki penunjuk arah kiblat, hotel-hotel di Jepang tidak menyediakannya. Oleh karena itu kamu harus mencari tahu sendiri. Caranya mudah, gunakan saja aplikasi penentu kiblat yang bisa kamu download gratis di smartphone. Sholat pun jadi lebih sah!

Memahami waktu sholat di Jepang

Sudah tahu arah kiblat untuk sholat, bagaimana dengan waktu sholatnya? Waku sholat di Indonesia dan Jepang jelas berbeda satu sama lain, apalagi Jepang adalah negara 4 musim. Oleh karena itu, kamu perlu mencari tahu terlebih dahulu waktu sholat sesuai dengan musim yang sedang berlangsung. Biasanya tiap musim ini memiliki perbedaan waktu sholat sekitar 30 menit hingga 50 menit tergantung dengan lokasinya juga. Agar lebih mantap, kamu bisa menggunakan aplikasi khusus untuk jadwal sholat yang akurat di smartphone.

Belanja oleh-oleh pun harus memperhatikan label halal

Sumber: Tenkai Japan

Bicara tentang oleh-oleh, biasanya Jepang identik dengan makanan dan minuman alkohol. Makanan sejenis Tokyo Banana atau kue lainnya biasanya aman dikonsumsi wisatawan muslim karena tidak mengandung babi atau alkohol. Tapi lain cerita kalau makanan yang dibeli adalah cokelat karena beberapa cokelat ada yang mengandung alkohol. Kalau minuman seperti sake, jelas tidak bisa kamu beli karena mengandung kadar alkohol tinggi.

Untuk amannya, kamu bisa berbelanja oleh-oleh yang halal di pusat oleh-oleh khusus wisatawan muslim. Misalnya saja LAOX Shinjuku yang berada dekat dengan Stasiun Shinjuku, Tokyo. Oleh-oleh yang berlabel halal ada di satu area khusus dengan tulisan “Muslim Welcome”. Di tempat ini juga ada mushola untuk pengunjungnya.

Pusat oleh-oleh berlabel halal lainnya adalah Don Quijote Asakusa yang ada di Asakusa. Lokasi persisnya berada di dekat Kuil Sensoji. Pojok halalnya diberi nama NPNA alias Non Pork and Non Alcohol. Beberapa produk yang ditawarkan adalah ramen, matcha, dan aneka camilan lainnya.

Jika kamu masih ragu, cobalah beralih ke oleh-oleh lainnya yang bukan makanan. Misalnya saja gantungan kunci, tempelan kulkas, baju, payung, kosmetik, tas, sumpit, dan sebagainya.

Itulah 5 panduan untuk kamu wisatawan muslim yang masih ragu untuk berkunjung ke Jepang karena urusan halal dan haram. Setelah membaca panduan tadi, semoga kamu bisa puas liburan di Jepang tanpa rasa khawatir lagi ya!

Baca Juga: Jangan Lewatkan 5 Kuil Ini Saat Berkunjung ke Jepang!

761

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here